Wayan Koster Uji Disertasi “Financial Resilience UKM Bali”
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ujian disertasi doktor Rektor Universitas Primakara Denpasar, Made Artana di Universitas Udayana (Unud), Jumat (9/8/24) menghadirkan Wayan Koster sebagai salah satu penguji eksternal. Wayan Koster diundang ikut menguji disertasi yang mengangkat isu ketahanan finansial pada usaha kecil dan mikro (UKM) di Bali.
Gubernur Bali periode 2018-2023 itu dinilai memiliki perhatian besar terhadap transformasi ekonomi Bali melalui pengembangan Ekonomi Kerti Bali, di mana salah satu pilar dari enam sektor unggulannya adalah sektor UKM dan IKM.
Dalam kapasitasnya sebagai penguji eksternal, Wayan Koster menanyakan permasalahan dan solusi yang dapat disampaikan di sektor hulu dan hilir terkait dengan keberadaan UKM di Bali.
Selain itu, Wayan Koster juga menanyakan apakah UKM di Bali bisa dijadikan andalan dalam melakukan transformasi perekonomian di Bali, setidaknya berdasarkan hasil riset yang ada dalam disertasi tersebut.
“Menarik ini disertasinya, karena memang UMKM itu menjadi salah satu prioritas yang dijadikan sebagai sektor unggulan untuk transformasi perekonomian di Bali. Karena ekonomi Bali sekarang ini dominasinya adalah sektor pariwisata mencapai lebih dari 54%.”
“Dan pengalaman menunjukan itu sangat sensitif terhadap faktor-faktor eksternal. Karena itu Pemprov Bali telah melakukan transformasi perekonomian untuk memastikan kedepan ekonomi Bali lebih kokoh dari sisi struktur dan fundamentalnya,” ujar Wayan Koster.
Made Artana merupakan mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dampak besar yang dialami oleh usaha-usaha di Bali selama pandemi.
Menurut Made Artana pandemi menyebabkan guncangan besar bagi usaha kecil dan menengah, sehingga topik ketahanan keuangan atau “financial resilience” menjadi perhatian global.
“Terkait kehadiran Pak Wayan Koster sebagai salah satu undangan akademik, karena beliau sangat konsen, beliau mengembangkan ekonomi kerti Bali dimana salah satu pilarnya dari enam sektor unggulan adalah UKM dan IKM.”
“Kaitannya dengan itu, beliau juga ingin melihat apa faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap financial resilience atau ketahanan keuangan UKM yang ada di Provinsi Bali,” paparnya.
Made Artana juga menekankan pentingnya perhatian bersama terutama dari pemerintah dan masyarakat pelaku usaha untuk meningkatkan ketahanan keuangan UKM.
Ia menyarankan agar upaya tersebut mencakup peningkatan literasi keuangan dan kecakapan finansial UKM serta memperhatikan kinerja keuangan mereka.
Selain itu Made Artana menekankan pentingnya adopsi teknologi keuangan oleh UKM di Provinsi Bali.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud, Dr Ngurah Agung Suaryana mengatakan Wayan Koster diundang dalam ujian disertasi doktor Made Artana itu untuk memastikan penelitian itu dapat diterapkan di lapangan.
“Kehadirannya bertujuan untuk memberikan penilaian dari perspektif pihak yang berkompeten di bidang tersebut. Dan memastikan apakah penelitian yang dihasilkan oleh mahasiswa dapat diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Disertasi Made Artana ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi Provinsi Bali, khususnya terkait penguatan UKM dan mewujudkan transformasi ekonomi Bali.

Tinggalkan Balasan