Pemkab Bangli Pastikan Investasi Terencana dan Terpola
DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI, BALI – Pemerintah Kabupaten Bangli memastikan investasi harus dilakukan secara terencana dan terkoordinir. Untuk itu, Bupati Bangli Nyoman Sedana Artha meminta investor yang akan berusaha di Bangli dapat berkoordinasi.
Sedana Artha meminta kepada para investor untuk menemui pemerintah Kabupaten Bangli terlebih dahulu sebelum menanamkan investasi guna mengatur pola investasi dan pembangunan agar terencana dan tidak merugikan lingkungan.
“Kalau sekarang ada investor masuk ke Bangli wajib audiensi. Karena kita ingin membangun Bangli ini lebih terencana. Tidak seperti di Bali Selatan yang jujur kita katakan banyak terjadi kesemrawutan sekarang,” ujar Sedana Artha saat ditemui di Alun-Alun Bangli, Minggu (16/06/2024).
Lebih lanjut, Sedana Artha mengatakan sebagai destinasi berstatus the best panorama alam di dunia, iklim investasi di Kabupaten Bangli, khususnya Kintamani tengah menunjukan peforma yang bagus.
Hal ini ditandai dengan mulai berjamurnya Coffee Shop, restaurant, hotel dan villa berkelas.
“Saat ini Kintamani lagi berkembang pesat. Lagi ada orang yang membangun Hotel. Termasuk salah satu investor Rusia juga lagi membangun villa di Kintamani. Villa ini villa berkelas saya dengar per malam sampai 10 juta,” terangnya.
Sedana Artha mengatakan iklim investasi yang deras masuk telah membantu pertumbuhan ekonomi Bangli. Hal ini lantaran kehadiran coffee shop, restaurant, hotel maupun villa tidak hanya menyerap tenaga kerja, namun juga menyumbang pada pendapatan asli daerah (PAD).
“Mau tidak mau (coffee shop dan restaurant) ini membutuhkan tenaga kerja. Serta berdasarkan data yang kita miliki terbukti juga menambah PAD Kabupaten Bangli melalui Pajak Hotel dan Restaurant,” paparnya.
Sedana mengatakan sebelumnya PHR Bangli per tahun kurang lebih 800 juta. Namun, pada akhir tahun 2023 mengalami kenaikan mencapai 2000 persen mencapai 16 milyar.
Guna mendukung perkembangan investasi ini, pemerintah daerah pun menggencarkan pembangunan fasilitas dan infrastruktur untuk meningkatkan rasa nyaman para wisatawan. Salah satunya adalah lampu penerangan jalan.
Disamping itu, guna mencegah dampak buruk investasi, Sedana Artha pun selalu menghimbau penduduk lokal untuk tidak menjual tanahnya. Melainkan di kontrakan atau dikerjasamakan dengan investor.
“Harapnya, pemilik bisnis bukan semuanya dari luar tapi sebagian pebisnis lokal dan bahkan pebisnis lokal ini mereka ikut menjadi bagian dari yang besar besar itu,” tandasnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan