Tradisi Omed-Omedan Kembali Digelar Tahun 2024
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi Omed-Omedan kembali di gelar sehari setelah perayaan Hari Suci Nyepi tepatnya ketika umat Hindu merayakan Hari Ngembak Geni. Tradisi Omed-Omedan tahun 2024 berlangsung di depan Banjar Kaja Sesetan, Kota Denpasar, Selasa (12/02/2024).
Turut hadir menyaksikan tradisi Omed-Omedan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Nyoman Darsa, Budayawan, Prof. I Made Bandem, Kadis Kebudayaan Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denpasar Selatan, dan I Made Sumarsana.
Tradisi Omed-Omedan yang melibatkan Sekaa Teruna (ST) Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan ini diawali dengan dua tarian Barong Bangkung berwarna hitam dan putih. Dilanjutkan, ST. Satya Dharma Kerti yang terdiri dari putra dan putri mulai keluar dari lokasi banjar setempat.
Kemudian, dimulailah tradisi Omed-Omedan dengan saling berpelukan, tarik menarik antara putra dan putri disertai dengan siraman air yang menambah semarak suasana.
Arya Wibawa tampak memberikan apresiasi dan sesekali menggunakan gawai mengabadikan momen tradisi Omed-Omedan. “Kami memberikan Apresiasi pelaksanaan tradisi Omed-Omedan, serta harus terus dijaga di Banjar Kaja, Sesetan,” ujar Wawali Arya Wibawa usai menyaksikan Tradisi Omed-Omedan.
Lebih lanjut disampaikan Tradisi Omed-Omedan hanya ada di Banjar Kaja, Sesetan, dan masih tetap dijaga oleh masyarakat setempat. Hal ini tentunya didukung Pemkot Denpasar dalam gelaran Sesetan Heritage Omed-omedan Festival setiap tahun yang digagas Sekaa Teruna Banjar Kaja, Sesetan dengan berbagai kreatifitas dan inovasi.
“Menurut penuturan tokoh Banjar Kaja, Sesetan pada sekitar Tahun 1970 tradisi ini sempat ditiadakan, dan hal ini membuat kejadian mistis di luar logika masyarakat setempat, sehingga tradisi Omed-Omedan kembali digelar dan diwariskan hingga saat ini,” ujar Arya Wibawa.
Sementara Kelihan Adat Banjar Kaja, Sesetan, I Made Sudama menyampaikan, pelaksanaan Heritage Omed-Omedan Festival tahun 2024 yang berlangsung untuk ke 13 kalinya. Sementara untuk tradisi Omed-Omedan telah berlangsung sekitar abad ke-17 Masehi, serta tetap dilestarikan hingga saat ini.
“Sebelum tradisi Omed-Omedan berlangsung dikemas juga dengan rangkaian Heritage Omed-Omedan Festival dengan kegiatan berbagai perlombaan, pameran, dan keterlibatan UMKM,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan para peserta tradisi Omed-Omedan adalah ST. Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja, Sesetan yang tentunya tidak boleh “cuntaka” atau memiliki halangan seperti menstruasi bagi wanita.
Ia mengatakan jumlah peserta tidak bisa kita tentukan, yang pelaksanaannya secara berpasangan dan telah diatur oleh “pekembar” atau pemimpin pelaksanaan tradisi Omed-Omedan di lapangan atau di “Kalangan”.
“Keseluruhan peserta yang mengikuti tradisi Omed-Omedan adalah Sekaa Teruna Banjar Kaja, Sesetan, dengan syarat dilarang cuntaka, serta sebelum tradisi ini berlangsung dilaksanakan prosesi upacara di merajan Banjar Kaja Sesetan,” ujarnya.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan