DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana angkat bicara mencermati dinamika demokrasi di Indonesia. Menurutnya Unud berkomitmen mendukung proses demokrasi dan menghormati pilihan civitas akademika dalam Pemilu 2024.

Sebelumnya guru besar dan akademisi di sejumlah universitas di Indonesia seperti UGM dan UI menyampaikan keresahannya terhadap pelaksanaan Pemilu 2024. Mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk kembali ke koridor demokrasi.

Baca juga :  28 Mahasiswa Unud Ikuti Magang Penggerak Muda Pasar Rakyat

Ngakan Putu Gede Suardana mengatakan bahwa Unud berkomitmen mendukung proses demokrasi dan mendorong terciptanya lingkungan kampus yang inklusif dan demokratis. Ia pun mengajak seluruh warga kampus menggunakan hak suara dengan bijak.

Rektor juga memberikan himbauan untuk melaksanakan pemilu secara damai, memupuk toleransi, serta menghargai perbedaan pandangan demi terciptanya suasana pesta demokrasi yang kondusif di lingkungan kampus.

Pemilihan Umum 2024 adalah puncak demokrasi yang melibatkan setiap elemen masyarakat, termasuk Civitas Akademika Universitas Udayana.

Baca juga :  Dies Natalis ke-61, Presiden Berharap Unud Jadi Role Model Hasil Penelitian

“Hak suara kita adalah kekuatan untuk membentuk masa depan. Hendaknya seluruh masyarakat, khususnya warga kampus untuk berpartisipasi dengan penuh kesadaran dan menggunakan hak suara secara bijak,” terangnya.

Rektor Universitas Udayana juga menekankan bahwa melalui pemilu, kita menjaga prinsip-prinsip demokrasi yang mendasari kehidupan berbangsa.

Universitas Udayana mendukung penuh proses demokrasi ini sebagai bentuk komitmen terhadap pembentukan generasi penerus yang berintegritas dan berdedikasi pada nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga :  Udayana Lepas Mahasiswa KKNT/MBKM

Universitas Udayana juga menghormati dinamika politik sebagai bagian dari demokrasi, dimana masyarakat memiliki hak konstitusional dalam menentukan sikap dan pilihan masing-masing.

“Begitu juga akademisi adalah bagian dari civil society yang memiliki peran untuk ikut serta menjaga demokrasi, sehingga pendapat dan suaranya harus kita hormati,” terangnya.

Editor: Agus Pebriana