Dua Siswa SMKN 2 Negara Toreh Prestasi Nasional
DIKSIMERDEKA.COM, NEGARA, BALI – Dua orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Negara I Komang Mahardika dan Ni Komang Tri Wiguna Wati berhasil meraih medali emas pada kompetisi bergengsi nasional, Festival Inovasi dan Kewirausahaan (FIKSI) di Jakarta.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Negara Ketut Suartika mengatakan kedua siswa program keahlian agribisnis produksi tanaman tersebut berhasil menoreh prestasi melalui keahlian mereka tentang budidaya lebah yang menghasilkan madu lokal Bali dengan teknik pengolahannya dan pemasaran terpadu secara mandiri.
“Berkat pengalaman mereka memanfaatkan koloni lebah hutan dibudidayakan secara mandiri sehingga mampu menghasilkan produk berupa madu lokal. Produk ini mereka pasarkan secara mandiri dan hal ini yang berhasil menarik perhatian juri lomba, beberapa pihak juga berkeinginan untuk berinvestasi dari inovasi mereka (siswa SMKN 2 berprestasi, red) ini,” ungkap Ketut Suartika kepada awak media, Sabtu (7/10/2023).
Ketut Suartika juga mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih kedua siswa tersebut. Ia juga mengatakan akan memfasilitasi siswa/siswi untuk maju dalam kegiatan lomba-lomba lainnya, baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional.
Sementara itu, Komang Mahardika dan Wiguna Wati menyampaikan dalam ajang kompetisi tersebut banyak hal mereka peroleh seperti pengalaman bertanding, ilmu tentang budidaya, hingga pengolahan madu asli.
Mereka mengatakan dari torehan prestasi tersebut, juga banyak pihak yang berkeinginan memberikan dukungan material untuk pengembangan usaha kedepannya.
“Sebenarnya, dari pengalaman kami membudidayakan lebah lokal tidak mudah. Terutama untuk mendapatkan koloni baru yang habitatnya masih hidup liar, untuk itu diperlukan pengetahuan dan pengalaman khusus agar koloni baru dapat ditangkap dan dibudidayakan secara mandiri,” ucap Mahardika.
Mereka juga menambahkan untuk saat ini mereka baru mampu membudidayakan sebanyak 15 kotak koloni baru. Mereka pun merencanakan akan terus mengembangkannya sehingga keberadaan koloni lebah lokal ini juga tidak punah.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan