DIKSIMERDEKA.COM, GIANYAR, BALI – Swamedikasi oleh masyarakat seringkali tidak hanya menggunakan obat bebas dan bebas terbatas tetapi juga menggunakan obat keras yang seharusnya diresepkan oleh dokter (ethical). Swamedikasi yang dilakukan secara tidak tepat dan tidak disertai informasi yang memadai, dapat menyebabkan tujuan pengobatan tidak tercapai.

Terkhusus pada penerapan swamedikasi kepada masyarakat, Ikatan Apoteker Pengurus Daerah Bali bekerjasama dengan Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati menyelenggarakan Penyuluhan kepada komunitas Ibu-ibu yang tergabung pada Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat Bitera di Kabupaten Gianyar Bali.

Baca juga :  Fakultas Farmasi Unmas Kembangkan Media Edukasi Pencegahan Demam Tifoid bagi Penyandang Disabilitas

Selain itu juga pelatihan cara penggunaan obat yang baik dan benar serta pendampingan dan penyuluhan mengenai pemanfaatan dan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Paiketan krama istri ini sendiri merupakan komunitas ibu-ibu yang membawahi Desa adat Bitera.

Melalui ‘ASK ME DAGUSIBU’ (Apoteker Sahabat Keluarga Melayani Edukasi Dagusibu), Paiketan Krama Istri (PAKIS) Desa Adat BItera kabupaten Gianyar Bali diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan obat yang baik dan benar.

Harapannya, kegiatan ini meningkatnya pemahaman masyarakat tentang obat-obatan, selain itu kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TOGA serta pemanfaatanya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga :  Menko Yusril Ihza Beri Kuliah Umum AI dalam Penegakan Hukum di Universitas Mahasaraswati

Kegiatan ini dilakukan juga dalam rangkaian World Pharmacist Day (WPD) Hari Apoteker Sedunia yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2023.

Pelatihan cara penggunaan obat yang baik dan benar oleh Ikatan Apoteker Pengurus Daerah Bali bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Unmas di Desa Adat Bitera, Gianyar, Senin (18/9/23). Foto: dok/Panitia

Kegiatan ini berjalan dengan sangat baik dan berdasarkan hasil analisis situasi dan observasi pada kelompok mitra, permasalahan prioritas yang dipecahkan dilakukan dengan melaksanakan serangkaian kegiatan penerapan IPTEK sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Mitra.

Pengabdian yang dilakukan diikuti oleh 24 orang ibu-ibu PAKIS. Pada awal kegiatan dilakukan pretest terlebih dahulu dengan memberikan beberapa soal untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat keluarga dan dagusibu sebelum mendapatkan pelatihan.

Baca juga :  Cegah Pneumonia dan Diare, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Unmas Denpasar Gelar Edukasi untuk Penyandang Disabilitas Sensorik

Setelah pretest, dilanjutkan dengan penyuluhan setelah penyuluhan dilanjutkan diskusi kelompok tentang materi dagusibu.

Pada akhir kegiatan dilakukan posttest dengan memberikan beberapa soal untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mitra terkait materi dan pelatihan yang telah diberikan. Peserta sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan ini dan berharap kedepannya tetap dilakukan pendampingan secara berkesinambungan.

Editor: Nyoman