DIKSIMERDEKA.COM, KALBAR – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pembangunan jalan paralel perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) hingga batas Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 608 km dapat tembus seluruhnya di akhir 2024. Hal tersebut disampaikan saat meninjau pembangunan jalan itu, Minggu (03/2023).

Dalam kesempatan itu, Basuki Hadimuljono ditemani Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dan Bupati Kapuas Hulu Fransiscus Diaan. Turut hadir Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Kepala BPJN Kalbar Ditjen Bina Marga Handiyana.

“Pembangunan infrastruktur di pemerintahan Presiden Jokowi masih melanjutkan program periode pertama (2014-2019), yakni membangun dari pinggiran. Jalan perbatasan ruas Nanga Era – Batas Kaltim saat ini tengah dilakukan pengaspalan sepanjang 25 km dan diselesaikan sampai Mei 2024. Mudah-mudahan infrastruktur yang dibangun dapat membantu masyarakat di kawasan perbatasan dan pedalaman,” kata Menteri Basuki.

Baca juga :  Kementrian PUPR Targetkan 199 km Jalan di Kepulauan Talaud Teraspal di 2024

Dalam tinjauan tersebut, Menteri Basuki kembali mengingatkan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan kondisi lingkungan, utamanya pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan yang masih berada di kawasan hutan.

“Disiapkan betul detail desain penataan lerengnya. Dicek betul setiap titik ekstrem yang rawan longsor dengan pengamanan tebing, ditata jangan sampai erosi yang akan menyebabkan tanaman sekitar mati dan mencemari sungai di hilir. Ini salah satu bagian penerapan prinsip pembangunan lingkungan berkelanjutan,” kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Handiyana mengatakan, hingga akhir tahun 2022, total Jalan Paralel Perbatasan Kalbar sepanjang 608 km yang sudah teraspal sepanjang 221 km.

Baca juga :  Perlancar Distribusi Logistik, Pemerintah Preservasi 3 Ruas Jalan Lintas Timur Sumsel

“Saat ini seluruh Jalan Perbatasan di Kalbar sudah tembus/terbuka, namun ada beberapa ruas yang belum fungsional penuh karena masih perlu adanya pembangunan jembatan dan perbaikan kelandaian jalan,” ujarnya.

Handiyana menambahkan, pada tahun 2023 tengah dilaksanakan 9 paket pekerjaan peningkatan dan pembangunan Jalan Perbatasan Kalbar antara lain : Peningkatan Jalan dan Jembatan Ruas Batas Siding/Seluas – Batas Sekayan/Entikong – Rasau (47,10 km) di 2022-2024 dengan nilai Rp 209 miliar.

Kemudian pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan Ruas Simpang Take – Simpang Sontas (95,54 km) senilai Rp 9,6 miliar; dan pembangunan jalan batas Kapuas Hulu/Sintang – Nanga Badau MYC 2020 – 2023 senilai Rp 199 miliar (33,60 km).

Baca juga :  Persiapkan Pemulihan Wisata Religi, Kementerian PUPR Bangun Gedung Parkir Kawasan Pura Besakih Bali

Saat ini juga dilakukan Pembangunan Jembatan Ruas Entikong-Rasau-Badau MYC 2020-2023 senilai Rp 139 miliar (859 meter), peningkatan jalan ruas Rasau-Sepulau-batas Kapuas Hulu/Sintang MYC 2022 – 2024 senilai Rp 181 miliar (68 km), pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Ruas Simpang Balai Karangan-Rasau-Simpang Nanga Kantuk- Nanga Badau (89 km) senilai Rp 7,39 miliar.

Lalu, pembangunan jalan Nanga Era-batas Kaltim MYC 2022-2024 senilai Rp 148 miliar (25 km), dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan ruas Nanga Era-Bts Kaltim (27 km) senilai Rp 2,9 miliar, serta pemeliharaan rutin simpang Temajuk-Tanjung dan Aruk-Simpang Take (65 km) senilai Rp 3,9 miliar.

Editor: Agus Pebriana