DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALIPenggunaan Hanoman dalam pelepasan mudik lebaran gratis yang digelar Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi Bali (PLN Bali) di Terminal Ubung Denpasar, Selasa (21/04/23) menuai sorotan negatif. Aksi itu dinilai tidak elok dan merendahkan simbol Dewa Hanoman sebagai figur suci.

“Tidak elok simbol Dewa Hindu dipakai melepas atau menyambut manusia. Simbol Hanuman harusnya hanya boleh dipakai di pura dan pagelaran seni menurut pakem Hindu Bali,” kata Arya Wedakarna dalam status Instagramnya terkait mudik gratis PLN Bali.

Baca juga :  PJ Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya Berangkatkan 13.541 Pemudik Gratis dari Monas

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali itu juga menyoroti mudik lebaran gratis PLN Bali, namun di saat yang sama tidak ada program angkutan gratis untuk masyarakat Bali bersembahyang ke Pura Besakih. Seperti diketahui, saat ini tengah digelar piodalan (upacara) di pura terbesar di Indonesia itu. 

“Kenapa PLN Bali tidak sediakan bus gratis untuk ke Besakih?,” tanya AWK, panggilan akrabnya.

Sorotan terhadap angkutan mudik lebaran gratis dari PLN Bali ini juga datang dari praktisi pariwisata Komang Edianto. Bila PLN sebagai BUMN menggelar mudik gratis di saat momen lebaran setiap tahun, katanya, solidaritas yang sama harusnya juga dilakukan untuk umat Hindu.

Baca juga :  PLN Bali Salurkan Bantuan Disabilitas di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud

“Hendaknya untuk BUMN juga perlu melihat momen upacara piodalan di Bali, semisal sekarang ini di Pura Besakih sedang berlangsung Upacara Ida Betara Turun Kabeh, ribuan umat Hindu tangkil ke pura terbesar di Bali. Momen ini hendaknya juga dibuatkan program-program yang baik untuk krama Bali apakah itu bus gratis atau pejati gratis,” ujarnya.

Baca juga :  Gugah Semangat Hidup Sehat, PLN Bali Fun Run Diapresiasi Pemkot Denpasar

Komang Edianti juga mengajak para tokoh, praktisi pariwisata di Bali agar saling bahu-membahu untuk menjaga kondusifitas alam dan pariwisata Bali di masa mendatang. Terlebih, pascapandemi Covid -19 yang melanda dunia menyebabkan Bali benar-benar terpuruk, sangat riskan dengan beragam isu negatif. 

“Tentu sikap kita bersama para praktisi, tokoh masyarakat memiliki kesamaan untuk menjaga kualitas pariwisata Bali di masa mendatang jauh lebih baik, aman dan nyaman,” pungkas Komang Edianto.

Reporter: Dewa Fathur