DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali (PD KMHDI Bali) angkat suara soal insiden warga desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng yang nekat membuka tali portal dan menerobos penjagaan pecalang untuk menuju ke Pantai Segara Rupek saat pelaksanaan Nyepi. 

Menurut Ketua KMHDI Bali, I Putu Esa Purwita kelakuan pelaku tersebut menyakiti hati masyarakat Bali. Untuk itu perlu dilakukan sebuah tindakan tegas oleh pihak adat, kepolisian, serta FKUB agar dapat menimbulkan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang lagi. 

Baca juga :  Puncak HUT ke-31, Ketum KMHDI Ingatkan Indonesia Pernah Jadi Barometer Dunia

“Sanksi tegas berupa hukum positif perlu diberikan dan tidak sebatas permintaan maaf,” kata Ketua PD KMHDI Bali Putu Esa Purwita, dalam poin pernyataan sikapnya, Jumat (24/03/23).

Selain itu, kata Esa insiden ini juga menjadi autokritik bagi masyarakat Hindu Bali agar melaksanakan seluruh aturan dalam catur brata penyepian. 

Baca juga :  KMHDI Dukung Kejagung Tuntaskan Kasus Mega Korupsi

Diketahui dari kejadian tersebut dua orang warga sudah diamankan. Mereka pun telah meminta maaf di hadapan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng, Camat Gerokgak, Kapolsek Gerokgak, Perbekel Desa Sumberklampok, Kelian Desa Adat Sumberklampok, Kesbangpol Kabupaten Buleleng dan sejumlah perwakilan pecalang. 

Baca juga :  KMHDI Bali: Penetapan Tegak Nyepi Harus melalui Kajian Komprehensif

Namun demikian, Desa Adat Sumberkelampok akan menggelar paruman adat terlebih dahulu pada Jumat (24/3/2023) malam, untuk mengambil langkah penyelesaian yang tepat dan berdampak positif.