DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar Anak Agung Ngurah Kusumajaya menerbitkan Surat Edaran (SE) lanjutan terkait kewaspadaan kejadian luar biasa (KLB) Flu Burung kepada 28 maskapai penerbangan di bandara dan sejumlah pelabuhan antara lain Benoa, Padang Bai, dan Gilimanuk.

Ngurah Kusumajaya mengatakan upaya ini ditempuh dalam rangka mencegah Flu Burung atau virus H5NI masuk ke Bali. Ia juga mengungkapkan hingga saat ini, dipastikan kasus Flu Burung belum terdeteksi di Bali.

Baca juga :  Unud dan Kuta Selatan Akan Kelola Hutan Kampus sebagai Taman Bumi Banten

“Kami antisipasi. Kami membuat surat edaran juga. Intinya adalah bahwa kami mengantisipasi sehingga kami jelaskan ke maskapai, ke pelabuhan, supaya tidak ada komplain,” ungkapnya saat ditemui di Denpasar, Senin (27/2/2023).

Selain mengantisipasi lewat pintu masuk ke Bali, KKP juga berkoordinasi dengan stakeholders terkait, seperti otoritas bandara, Angkasa Pura, Balai Karantina Pertanian dan RS Ngoerah sebagai lokasi rujukan bila penumpang terdeteksi kasus Flu Burung.

Adapun, gejala dari virus Flu Burung disebut mirip dengan COVID-19, yakni demam dengan suhu 37,5 celcius. 

Baca juga :  Targetkan 80 Persen, Gubernur Koster Genjot Capaian Vaksinasi Booster di Bali

“Cirinya itu kan Influenza-Like Illness (ILI). Mirip-mirip influenza, tapi itu memang harus diuji di lab,” ungkapnya.

Kusumajaya menjelaskan apabila pelaku perjalanan luar negeri terdeteksi bersuhu 37,5, namun negatif COVID-19 maka penelusurannya akan berbeda. Dimana pelaku perjalanan akan di-tracing apakah terpapar dengan hewan mati, atau makan unggas yang berpotensi flu burung.

Sementara itu, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan mengaku terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama KKP dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar.

Baca juga :  Awali Rangkaian Musyawarah dan Pelantikan, IMO Bali "Ngaturang" Pejati

“Bandara I Gusti Ngurah Rai siap untuk pengendalian penyebaran flu burung,” ungkapnya saat dikonfirmasi 

Handy Heryudhitiawan menjelaskan bahwa pihak bandara sudah menyiapkan fasilitas antara lain thermal scanner untuk deteksi awal suhu tubuh penumpang dan petugas yang melintas.

“Apabila ditemukan pelaku perjalanan luar negeri dengan suhu di atas normal, tentunya yang bersangkutan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas,” tandasnya.