DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah bertempat di Sesetan, Denpasar, Kamis (16/02/2023). Pasar murah ini bertujuan untuk mengendalikan sekaligus menekan laju inflasi di Kota Denpasar. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang dikeluarkan pada 1 Februari 2023 menunjukan pada bulan Januari  2023  Kota  Denpasar  tercatat  mengalami  inflasi  setinggi  0,62  persen yang ditunjukkan  dengan peningkatan  Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,17 pada Desember  2022 menjadi 113,87 pada  Januari 2023. 

Adapun komoditas  yang tercatat mengalami  peningkatan harga atau  memberikan  andil/sumbangan inflasi  pada  bulan  Januari  2023  antara  lain  beras,  cabai  rawit,  cabai  merah,  sewa  rumah,  rokok putih,  mangga,  canang  sari,  rokok  kretek  filter,  bawang  merah,  emas  perhiasan.  

Baca juga :  Pemkot Denpasar Resmi Berlakukan Perubahan Jam Kerja ASN

Sedangkan komoditas  yang  tercatat  mengalami  penurunan  harga  atau  menahan  laju  inflasi  di  Kota Denpasar  antara  lain  bensin,  sawi  hijau,  sabun  mandi  cair,  jeruk,  sawi  putih/petsai,  semangka, melon, baju muslim pria, salak, dan kemeja panjang katun pria.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengunjungi pasar murah mengatakan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan langkah serta upaya Pemkot Denpasar mengendalikan laju inflasi di Denpasar. 

“Operasi pasar sejenis ini, kita gelar untuk mengendalikan tingkat inflasi. Pasar murah ini menyajikan harga barang barang lebih murah dari pasaran, dan kita harapkan akan membantu mengurangi pengeluaran masyarakat. Tadi saya lihat masyarakat sangat antusias sekali dalam berbelanja,” katanya. 

Baca juga :  Bulan Bung Karno, Pemkot Denpasar Gelar "Prana Bhuwana"

Lebih lanjut, Agus Arya Wibawa mengatakan Momen hari hari besar keagamaan adalah masa rentan terjadinya kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di Bali. Untuk itu, Pemkot Denpasar akan terus konsisten menggelar pasar murah, bazar pangan ataupun operasi pasar.

“Pemkot Denpasar akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Bulog agar nantinya bisa menambah stok untuk bisa dijual bagi masyarakat di kegiatan pasar murah seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari saat dihubungi menjelaskan, komoditas yang dijual dalam operasi pasar disiapkan langsung oleh Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar bersama unit usaha Sewakajaya.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Minta Pertamina Segera Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg

“Komoditas yang disediakan seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah besar, bawang putih, sayuran, minyak goreng, beras, telur ayam, dan bahan pokok lainnya. Selain itu, kami juga menggandeng  beberapa UMKM yang ada di wilayah Sesetan untuk meramaikan pasar murah ini,” urainya.

Adapun harga bawang merah dijual Rp 28 ribu/kg, bawang putih Rp 21 ribu/kg, cabai rawit kecil Rp 58 ribu/kg dan cabai merah Rp 34 ribu/kg. Aneka minyak goreng juga dijajakan dengan kisaran harga Rp 13,5 ribu/ liter sampai 18 ribu/ liter. Selain komoditas pangan, Pasar Murah ini juga menyediakan penjualan gas LPG 3 Kg dengan harga Rp 16 ribu/ tabung.