DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali menargetkan terbentuknya fraksi PSI di DPRD Bali guna mendapatkan tiket untuk bisa mengusung Calon Gubernur pada Pilkada tahun 2024. Hal ini diungkapkan Ketua PSI Bali, Nengah Yasa Adi Susanto, saat ditemui di Denpasar, Jumat (30/12/2022).

Adi Susanto mengungkapkan bahwa dalam Pemilu 2024 mendatang, PSI Bali jauh lebih siap dari pada Pemilu 2019. Berdasarkan atas faktor kesiapan tersebut, PSI Bali pun menargetkan terbentuk fraksi PSI di DPRD Bali yang diikuti juga dengan terbentuknya fraksi di sembilan kabupaten/kota. 

“Kalau dulu (2019) kita disibukkan dengan verifikasi partai, disamping itu juga ada syarat umur untuk masuk dan maju di PSI sehingga kita kelelahan mencari Caleg sehingga waktu habis. Sekarang ini (Pemilu 2024) persiapan kita lebih matang sehingga kami pasang target tidak muluk-muluk kami ingin satu fraksi di Provinsi dan nanti di kabupaten/kota,” terangnya.

Baca juga :  Respon Pengunduran Diri Ketua Jakarta, Ketua PSI Bali: Tetap Solid

PSI Bali pun sudah melakukan pemetaan politik untuk mencapai target tersebut. Adapun sejumlah daerah yang dinilai potensial menyumbangkan kursi DPRD Provinsi Bali, antara lain: Kota Denpasar, Karangasem, Buleleng, Gianyar, dan Badung. 

Lebih lanjut, Adi Susanto mengungkapkan terbentuknya fraksi di DPRD Bali untuk bisa mendapatkan tiket mengusung Calon Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali pada Pilkada 2024.

Seperti diketahui, Pemilu 2024 akan dilangsungkan serentak untuk memilih anggota DPR, DPRD, DPD dan Presiden, pada 14 Februari 2024. Dan setelah itu, baru dilanjutkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik Gubernur, Bupati dan Walikota, pada 27 November 2024.

Baca juga :  PSI Bali Target Terbentuk Fraksi pada Pemilu 2024

“Goals utama kami kan ketika punya satu fraksi kita otomatis bisa mengusung Gubernur. Bahkan kita sudah buat poling rembuk rakyat Bali  dengan tujuan membuka ruang kepada tokoh-tokoh untuk maju menjadi calon Gubernur sehingga nantinya lebih banyak tokoh yang muncul yang kemudian layak PSI dukung,” terangnya.

Ia pun menjelaskan kriteria calon Gubernur yang akan diusung PSI pada Pilkada 2024 yaitu harus memiliki pengalaman memimpin, rekam jejak yang jelas, lalu memiliki relasi kuat di tingkat pusat sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik. 

Disamping itu, tambahnya, calon Gubernur usungan PSI juga harus memiliki model pembangunan Bali yang berdasarkan pada nilai Tri Hita Karana dengan mengedepankan hubungan keseimbangan antara  manusia, alam, dan Tuhan.

Baca juga :  PSI Bali Harap Bandara Bali Utara Terealisasi Demi Pemerataan Pariwisata

Ketika ditanya soal apakah terdapat signal PSI untuk mengusung I Wayan Koster menjadi Gubernur Bali. “Jika orang baik pasti akan didukung oleh PSI, akan tetapi partai mempunyai makanisme tersendiri,” jawabnya.

Menurutnya kepemimpinan I Wayan Koster sebagai Gubernur Bali  selama 4 tahun sudah bekerja dengan baik ditandai dari program-program pembangunan yang sudah terlaksana.  

“Beliau juga bisa mengangkat kearifan lokal. Begitu dia menjabat (2018) langsung mengeluarkan Pergub terkait hari Kamis menggunakan pakaian adat Bali, kemudian penggunaan kain endek yang berhasil mengangkat UMKM terutama yang ada di desa-desa. Lalu melegalisasi arak dan totalitas untuk meningkatkan posisi tawar arak menjadi kelas dunia,” terangnya.