Untuk Keselamatan, Pelabuhan Sanur “Dicaru” dan “Diplaspas”
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota Denpasar menggelar upacara Mecaru dan Melaspas Pelabuhan Sanur, Sabtu (24/12/2022), setelah sebelumnya diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan mulai melayani penumpang pada November lalu.
Upacara Mecaru (disebut juga Caru; Pecaruan atau Tawur) sendiri dalam agama Hindu merupakan kurban suci, untuk keharmonisan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (makhluk Hidup), bagian dari upacara Bhuta Yadnya (pengorbanan untuk mahluk alam bawah).
Sedangkan Melaspas (atau Pemelaspasan) adalah upacara dalam agama Hindu Bali yang bertujuan untuk pembersihan dan penyucian bangunan yang baru selesai dibangun atau baru ditempati lagi atau digunakan.

“Kota Denpasar sebagai kota berbudaya, menyikapi beroperasinya Pelabuhan Sanur dengan baik secara nyata juga perlu didukung dengan harmonisasi antara parahyangan (hubungan dengan Tuhan), palemahan (hubungan dengan lingkungan), dan pawongan (hubungan dengan sesama) sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana,” papar Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.
“Spirit Vasudhaiva Kutumbakam (gotong-royong) telah dijalankan secara nyata dalam pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Sanur dan semoga hal baik akan selalu menyertai,” imbuhnya.
Upacara tersebut turut dihadiri Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Arif Toha Tjahjagama didampingi Kepala KSOP Benoa, Ridwan Chaniago.
Arif Toha mengatakan keberadaan Pelabuhan Sanur sebagai pendukung konektivitas masyarakat dalam bertransportasi terpadu sangat lekat dengan unsur kebudayaan Bali.
Terlihat mulai dari segi filosofi dan bentuk arsitektur bangunan.
“Diharapkan ini (upacara, red) dapat memberikan juga energi positif secara spiritual yang dapat semakin mendukung tujuan baik dari pembangunan Pelabuhan Sanur. Semoga manfaatnya semakin dapat dirasakan bagi pariwisata dan masyarakat di Bali, khususnya di Kota Denpasar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan