Dorong Kemandirian Organisasi, Pemuda Katolik Langsungkan Kursus Kepemimpinan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dalam rangka mendorong dan menghadirkan organisasi yang berdikari secara ekonomi melalui penguatan internal unit bisnis organisasi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik melangsungkan Kursus Kepemimpinan Lanjutan (KKL) pada 2-4 Desember 2022, bertempat di Grand Mega, Bali.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma mengharapkan kehadiran KKL dapat menjadi momentum kemandirian organisasi melalui lahirnya unit-unit bisnis di tingkat daerah yang dimotori langsung oleh para kader sehingga mampu menopang organisasi.
“Syarat utama munculnya unit kerja bisnis salah satunya adalah kader-kader yang sadar bahwa pengelolaan organisasi ini harus mulai berubah, maka dalam KKL ini akan di gembleng oleh narasumber yang kompeten,” kata Asat Gusma setelah acara pembukaan KKL I, bertempat di Hotel Grand Mega, Bali, Jumat (2/12).
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari kedepan akan mendatangkan sejumlah narasumber yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akademisi, dan pelaku ekonomi digital, serta dihadiri oleh perwakilan peserta dari 24 provinsi.
“Ini menjadi KKL dengan peserta terbanyak yang pernah ada, jadi seluruh hadir (dengan) biaya mandiri, mungkin pertama antusias karena di Bali, yang kedua mungkin temanya spesifik soal ekonomi kreatif dan digital,” ujar Asat Gusma.
Lebih lanjut Asat Gusma mengungkapkan dewasa ini kader di setiap daerah sudah menggeluti berbagai sektor bisnis mulai dari kontraktor, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, sampai bank sampah. Hal ini juga yang akan didorong supaya di setiap daerah mempunyai unit bisnis masing-masing.
“Membangun itu kan tidak mudah, ini ekosistemnya kita perkuat dulu dengan berbagai macam pengondisian kita dorong terus sehingga daerah juga merasa (mengembangkan unit bisnis) sebagai kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) Pemuda Katolik Provinsi Bali, Herman Umbu Billy menerangkan Bali adalah tempat yang tepat untuk pelatihan ini, karena tema yang diangkat masih berkaitan dengan digitalisasi, ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Jadi temen-temen selain belajar teorinya juga bisa mengunjungi berbagai area di Bali yang terkait dengan ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujarnya.
Sementara Asisten III Gubernur Bali, I Dewa Putu Sunarta dalam sambutannya mewakili Gubernur Bali, mengucapkan apresiasi terhadap penyelenggaraan KKL 2022 di Bali. Hal ini menurutnya sangat penting dalam proses Kaderisasi dan regenerasi dalam organisasi.
“Ini merupakan satu momentum untuk meningkatkan Kaderisasi sebagai esensi organisasi. Dilaksanakan kegiatan mengindikasikan telah berjalanya mekanisme dalam sebuah lembaga organisasi,” terangnya.

Tinggalkan Balasan