Virtual Sales Mission: Upaya ‘Jemput Bola’ Pemkot Denpasar Pulihkan Pariwisata
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Sedikitnya 56 buyer internasional dari 16 negara mengikuti virtual sales mision (penjualan secara virtual) yang digelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata bersama Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Kota Denpasar, di Ballroom Hotel Four Star Trans, Denpasar, Senin (21/11/2022).
16 negara tersebut yakni Singapore, Malaysia, Japan, China, Philippine,Vietnam, Australia, India, Middle East, Eropa, Italy, Netherland, Peru, Hongkong dan Timor Leste mengikuti acara ini.
“Virtual sales mission ini mempertemukan 15 seller industri di Kota Denpasar yang berasal dari bidang hotel, travel agent, destinasi wisata, jasa wisata dan event wisata dengan buyer luar negeri, melalui tatap maya aplikasi zoom,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani.
Pelaksanaan kegiatan ini, merupakan upaya percepatan pemulihan kepariwisataan Bali, khususnya Kota Denpasar pasca pandemi COVID-19. Upaya ‘jemput bola’ atau proaktif mempromosikan destinasi Pariwisata Kota Denpasar ke luar negeri baik target pasar utama maupun non target pasar utama.
Sehingga diharapkan mampu memberikan informasi dan meningkatkan promosi pariwisata yang ada di Kota Denpasar, termasuk memberikan kesempatan bagi industri pariwisata Kota Denpasar untuk memasarkan produk yang dimiliki secara langsung dengan buyer dari luar negeri secara virtual.
“Virtual Sales Mission Tahun 2022 diharapkan dapat menampilkan Kota Denpasar secara lebih komprehensif dengan berbagai aktivitas pariwisatanya, dan masyarakat melaksanakan kesehariannya, namun tetap menerapkan protokol Kesehatan,” jelasnya
Denpasar sebagai pusat pemerintahan, pusat penyelenggaraan pendidikan, pusat bisnis serta pusat penyelenggaraan seni dan budaya, katanya, secara aktif mendukung upaya percepatan pemulihan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali.
Sehingga dengan sales mission ini, Dezire berharap saat pariwisata normal wisatawan akan lebih banyak ke Kota Denpasar untuk berlibur. Sehingga, hotel dan restoran termasuk kawasan wisata lainnya bisa kembali bangkit setelah sempat terpuruk selama pandemi Covid-19.
“Harapan kami dengan kegiatan ini mampu menarik kembali wisatawan dan mendukung percepatan pemulihan pariwisata pasca pandemic Covid-19,” ujarnya.
“Potensi transaksi dari hasil kegiatan ini salah satunya permintaan group dari salah satu buyer di Bulan Maret Tahun 2023 untuk 30 kamar hotel selama tiga hari, semoga permintaan lainya segera menyusul,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan