“Sejauh ini agenda-agenda G20 belum berdampak langsung kepada sektor-sektor seperti pertanian, kepada nelayan, atau kepada buruh-buruh kasar untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Bali secara keseluruhan. Cenderung masyarakat Bali sebagai penonton bukan penikmat agenda-agenda tersebut,” ungkapnya.

Baca juga :  Nyoman Mahendra Yasa: KTT G20 Dongkrak Ekonomi Bali

Narasumber lain, Hendro Santoyo dari aktivis lingkungan mengatakan, forum G20 merupakan kebutuhan negara-negara di belahan bumi utara yang menguasai industri dan keuangan global. Menurutnya, keanggotaan G20 sebetulnya tidak dilahirkan setara.

Baca juga :  Berbagai Elemen Masyarakat Bali Komit Dukung Suksesnya KTT G-20

Hendro menilai G20 adalah satu upaya sistematis dari negara-negara utara yang menjadi penguasa sesungguhnya dari perhelatan-perhelatan global untuk membuat negara-negara berkembang tunduk pada protokol investasi negara mereka.

“Kita harus melihat secara kritis kapan G20 dibangun, anggotanya dulu siapa saja, mengapa Indonesia bisa masuk, kenapa ada beberapa negara Afrika,” kata Hendro. (gus/wan)