Bali International Fashion Week 2022: “Anjali Mahakarya Wastra Bali”
DIKSIMERDEKA.COM, GIANYAR, BALI – Bali International Fashion Week yang akan diselenggarakan di Museum Pasifika Nusa Dua, ITDC pada 13-15 Oktober 2022 akan mengangkat tema “Anjali Mahakarya Wastra Bali” yang memiliki arti persembahan pagelaran terbaik untuk busana khas Bali, Nusantara dan Internasional dengan modifikasi mengikuti perkembangan zaman dan modernisasi.
Melalui tema ini diharapkan mampu memberikan semangat kepada para pengrajin tradisional nusantara untuk terus berkarya serta menjaga eksistensi Budaya nasional. Disamping itu, merupakan sebuah langkah dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya nasional.
Perintis YMM Event Organizer, Yonki Perdana menyampaikan bahwa kearifan nusantara penting untuk menjadi landasan industri fashion yang digeluti anak muda, sehingga keluhuran budayanya tidak punah dan dapat dilestarikan.
“Kearifan nusantara harus kita gaungkan di kancah lokal internasional karena ini adalah suatu warisan leluhur kita yang wajib dilestarikan agar warisan ini tidak punah kemudian hari,” saat ditemui pada acara Press Conference, bertempat di UC Silver, Gianyar, Selasa (11/10).
Lebih lanjut, Yongki menjelaskan, kondisi industri fashion di Bali tengah berangsur-angsur membaik dan bangkit seiring dengan proses pemulihan yang terjadi Pasca Pandemi. Hal ini ditandai dengan penyelenggaraan event-event seperti Festival Bali Fashion Week.
“Ekonomi Bali khususnya di industri fashion selama pandemi kemarin sangat melemah, tetapi mulai dari setahun ini astungkara semakin membaik dibuktikan dengan terwujudnya event – event yang telah kami selenggarakan. Salah satunya Bali International Fashion Week ini,” jelasnya.
Ia turut menambahkan bahwa menjadi penyelenggara event fashion bergengsi adalah kesempatan Indonesia untuk menggaungkan motif kain nusantara di kancah global.
“Kearifan nusantara harus kita gaungkan di kancah lokal internasional karena ini adalah suatu warisan leluhur kita yang wajib dilestarikan agar warisan ini tidak punah kemudian hari,” tuturnya.
Untuk itu Yongki berharap agar industri fashion tanah air semakin membaik dan mampu meningkatkan ekonomi Bali yang berangsur – angsur memulihkan diri.
“Semoga event ini bisa continue diselenggarakan di setiap tahunnya, Ekonomi di Bali bisa semakin baik karena dengan adanya event seperti ini kita bisa melibatkan UMKM masyarakat Bali,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bali International Fashion Week 2022, Prawira Eka Putra menyampaikan diangkatnya tema tersebut adalah sebuah bentuk apresiasi bagi bidang industri fashion Indonesia, khususnya di Bali yang memiliki keberagaman motif kain tradisional.
“Itu merupakan sebuah apresiasi bagi kami karena mengingat sangat beragamnya kearifan lokal khususnya di bidang industri kreatif di bidang kain tradisional Indonesia yang sangat beragam,” jelasnya.
Event ini merupakan sebuah langkah dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya nasional, serta menjadikan kain hasil kerajinan daerah sebagai ikon dalam estetika bangsa Indonesia. Dengan kolaborasi yang apik antara pengrajin kain daerah bersama para desainer kelas dunia, diharapkan dapat meningkatkan nilai dari karya lokal sehingga dapat lebih dikenal dan mampu bersaing di pasar global.
Bali International Fashion Week 2022 diikuti oleh para fashion desainer dari berbagai negara. Terdapat 33 Fashion Designer yang akan menampilkan maha karyanya terbaiknya dalam pagelaran Bali International Fashion Week 2022. Tentunya, dengan adanya partisipasi fashion desainer dari luar diharapkan dapat memberikan angin segar kepada para desainer Bali dan Nasional untuk terus melakukan inovasi dalam berkarya khususnya dibidang fashion.
Event ini juga mengupayakan perekonomian masyarakat dengan dibukanya stand atau tenant untuk pelaku-pelaku penggiat UMKM. (gus)

Tinggalkan Balasan