Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Nelayan Serangan Usulkan Dana Bantuan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Wacana terkait keinginan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mendapat penolakan dari nelayan yang berada pulau Serangan, Denpasar. Para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Santi Baruna Lestari ini menganggap kenaikan BBM akan mengancam kesejahteraan nelayan.
Ketua kelompok Nelayan Santi Baruna Lestari, Nyoman Suwana, mengatakan, kenaikan BBM akan memberatkan nelayan dari segi pembiayaan untuk melaut. Hal ini lantaran untuk pergi melaut para nelayan membutuhkan sejumlah besar minyak.
“Kalau kami disini untuk sekali melaut itu paling tidak kami memerlukan pertalite sebanyak 3 liter. Kalau mau lebih jauh melaut itu butuh lebih banyak pertalite lagi,” terang Nyoman Suwana, saat ditemui di Posko Kelompok Nelayan Santu Baruna Lestari, bertempat di Serangan, Denpasar, Sabtu (03/09).
Terlebih menurutnya, ketika melaut, para nelayan tidak bisa mengetahui apakah hasil tangkapannya banyak atau sedikit. Serta apakah modal yang dikeluarkan di awal untuk membeli BBM, makanan, dan minuman sebagai bekal untuk melaut berhasil ditutupi dengan hasil tangkapan laut nantinya.
“Penghasilan nelayan itu belum pasti. Kalau banyak ikan yang didapat ya banyak, kalau tidak ya tidak. Tapi kami (nelayan) paling minim harus mengeluarkan modal 60 ribu untuk bisa melaut. Contoh pakai beli minyak, makanan, dan minuman,” Nyoman Suwana.
Untuk itulah, menurut Nyoman Suwana, kenaikan harga BBM akan sangat memberatkan para nelayan. Terlebih menurutnya, kondisi ekonomi masih belum pulih seutuhnya sehingga akan memukul daya beli masyarakat dan pada akhirnya berimbas juga ke nelayan.
“Sejak pandemik nelayan disini berhutang dahulu untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan untuk menutupi hutang saat ini malah muncul masalah baru yaitu kenaikan BBM. Hasil laut disini masih bagus, tapi ketika nelayan banyak mendapat ikan siapa yang mau beli begitu,” ungkap Nyoman Suwana.
Nyoman Suwana pun berharap, jika kenaikan harga BBM tetap dilakukan oleh pemerintah, nelayan harus diberikan bantuan berupa potongan harga ketika membeli BBM agar lebih murah dan bisa dijangkau. Sehingga nelayan bisa tetap melaut dan mencari ikan.
“Pada pointnya ketika BBM naik, kami dari nelayan berharap agar pemerintah memberikan bantuan agar kami bisa membeli BBM untuk melaut,” terang Nyoman Suwana.
Diketahui sejauh ini pemerintah belum mengumumkan keputusan soal kenaikan harga BBM bersubsidi. (Gus)

Tinggalkan Balasan