Kadispar: Akan Ada Tambahan Satu Maskapai dari China ke Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali (Kadispar Bali) Tjok Bagus Pemayun, menyebut bahwa akan ada tambahan satu maskapai penerbangan ke Bali pada bulan September 2022. Dengan Tambahan ini total maskapai penerbangan yang langsung menuju ke Bali berjumlah 24 maskapai.
“Di bulan September akan ada maskapai dari China. Jadi total akan ada 24 maskapai yang ke Bali,” ungkap Tjok Bagus Pemayun, saat ditemui usia Upacara Peringatan Hari Jadi ke-64 Provinsi Bali, bertempat di Lapangan Puputan Margarana Renon, Minggu (14/08/2022).
Tjok Bagus Pemayun mengatakan, melalui tambahan maskapai dari China ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan datang ke Bali. Hal ini lantaran selama ini, wisatawan mancanegara (wisman) yang berasal dari China menempati urutan kedua jumlah kunjungan ke Bali, setelah Australia.
Lebih lanjut, Tjok Bagus Pemayun, mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke Bali mencapai 9000-10.000 per hari. Namun jika dibandingkan di tahun 2019, tingkat kunjungan itu mencapai 20.000 per hari. Terlepas dari itu, menurutnya kondisi sekarang sudah mulai membaik.
Tjok Bagus Pemayun juga menambahkan, sejauh ini tingkat hunian hotel di Bali mencapai 40-50 persen. Terdapat beberapa kawasan yang tingkat hunian hotelnya diatas rata-rata yakni 60-70 persen diantaranya Kuta, Nusa Dua, dan Ubud.
Terkait kesiapkan pelaku pariwisata dalam menyambut kedatangan wisman yang sudah mulai meningkat, pihaknya sudah melakukan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) kepada pelaku industri pariwisata.
“Selain itu, kita dari Dinas Pariwisata juga mengeluarkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru (PTKEB) yang itu memang sudah lengkap sekali. Terkait apa yang harus dilakukan dan seperti apa. Sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman di Bali,” ujar Tjok Bagus Pemayun.
Adapun target kunjungan wisatawan di akhir tahun 2022, Tjok Bagus Pamayun mengatakan pihaknya dan Bank Indonesia menargetkan sampai akhir tahun 2022, ditargetkan sekitar 1000.000 pengunjung.
“Harapannya agar para wisatawan tidak sungkan-sungkan mengunjungi Bali karena Bali aman dikunjungi, kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya baik itu hotelnya, penerbanganya, maupun tranportnya,” ucapnya.
Sementara itu, terkait kesiapan destinasi wisata yang akan dikunjungi delegasi G-20, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas pariwisata kabupaten/kota terkait dengan kedatangan wisatawan yang merupakan delegasi G-20.
“Itu kita sudah menyiapkan sertifikasi PTKEB yakni apa yang harus dilakukan dan bagaimana seharusnya sehingga para delegasi merasa aman dan nyaman ke daerah tujuan wisata. Selain itu, kami mengingatkan dan menegaskan kepada pengelola destinasi wisata untuk jangan lalai menerapkan PTKEB,” paparnya.
Adapun pihaknya, sudah melakukan pendataan terkait objek destinasi wisata untuk diserahkan kepada panitia pusat, untuk nantinya disampaikan kepada delegasi G-20 dan kemudian dikunjungi nanti. (Gus)

Tinggalkan Balasan