Bangun BMTH, Pelindo Keruk Laut Teluk Benoa
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo saat ini tengah melakukan pengerukan laut Teluk Benoa, Bali tahap 2 untuk membangun alur dan kolam pelabuhan di area pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTB). Progress pengerukan paket A dan B tersebut kini telah mencapai 13,2% dan 30,8%.
Group Head Sekretariat Perusahaan, Ali Mulyono mengatakan, ini krusial mengingat BMTH Benoa diproyeksikan mampu melayani kapal-kapal cruise dengan panjang hingga 350m dan total penumpang hingga 6.000 orang.
“Pengerukan alur dan kolam di area BMTH akan terus kami kebut beriringan dengan pembangunan fasilitas di sisi darat. Nantinya alur dan kolam area BMTH akan merata hingga minus 12 MLWS dari sebelumnya minus 9 MLWS, sehingga harapannya mampu mengakomodir kunjungan cruise yang lebih besar, ” kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Senin (01/08/2022).
Ali menambahkan, dukungan pemerintah dalam pengembangan BMTH yang diwujudkan melalui PMN sebesar Rp 1.2 triliun ini diprediksi memberikan dampak ekonomi bagi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat secara langsung, mulai dari penerimaan pajak daerah, devisa dari wisatawan asing hingga pertumbuhan UMKM di kawasan Bali dan sekitarnya.
“Dari awal pembangunan BMTH ini diniatkan untuk memberikan semacam multiplier effect guna mendukung pengembangan ekonomi wisata di kawasan Bali sehingga mampu meningkatkan pendapatan warga melalui pengembangan UMKM dan pemerintah,” pungkas Ali.
Komitmen tingkatkan layanan
selaian berupaya melakukan penataan di area BMTH, Pelindo juga melakukan upaya peningkatan layanan operasional di area BMTH, salah satunya adalah perpanjangan dermaga timur di area BMTH dari sebelumnya sepanjang 360 Meter nantinya akan diperpanjang 160 Meter menjadi 500 Meter.
Proyek pembangunan dermaga timur sendiri di mulai dari September 2021 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022 ini. Nantinya perpanjangan dermaga timur ini juga akan menjadi bagian upaya Pelindo meningkatkan layanan baik jumlah kapasitas sandar kapal cruise, terminal penumpang domestik dan juga layanan terminal multipurpose.
Sebelumnya Pelabuhan Benoa sendiri memiliki posisi strategis dalam rute pelayaran cruise dan yacht di Indonesia atau disebut dengan konsep Butterfly Route. Dalam pengembangannya, Benoa Cruise Terminal di Pelabuhan Benoa sebagai bagian utama BMTH diproyeksikan tidak hanya menjadi hub terminal cruise atau tempat sandar kapal pesiar terbesar di Indonesia, bahkan di Asia.
Tetapi juga menjadi pusat pariwisata kemaritiman yang dilengkapi dengan Marina Yacht, Yacht Club, Theme Park, Sport Facility, serta dilengkapi dengan beragam fasilitas yang mendukung industri dan aktivitas perekonomian seperti LNG Terminal, Liquid Cargo Storage, Wet Berth, Dry Berth, Bali Fish Market, dan juga retail UMKM.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang juga dikenal dengan Pelindo adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan. Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Pelindo mengelola pelabuhan yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.
Pelindo menjalankan bisnis inti sebagai penyedia fasilitas jasa kepelabuhanan yang memiliki peran kunci guna menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. Dengan tersedianya prasarana transportasi laut yang memadai, Pelindo mampu menggerakkan serta mendorong kegiatan ekonomi negara dan masyarakat. (rl/dhy)

Tinggalkan Balasan