Gelar Pameran Seni Digital, Seniman Yande Zetia Perkenalkan Mitologi Bali
DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Seniman Bali, I Wayan Gede Yuliana alias Yande Zetia menggelar pameran Seni digital bertema “Bali, Island Of The Gods”, bertempat Esquina, Seminyak, Bali, yang digelar mulai dari tanggal 29 Juli-29 Agustus 2022. Melalui Pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali mitologi-mitologi yang ada di Bali.
Saat ditemui di pameran seni digital, pada Minggu (31/07/2022), Yande Setia mengatakan, total ada sekitar 14 seni lukis digital dengan cerita mitologi-mitologi Hindu Bali yang ditampilkan. Dimana 14 lukisan ini dibuat dari tahun 2020 sampai 2021
“Saya berkarya pada masa pandemi karena waktunya lebih banyak. Ketika pandemi banyak hal yang bisa saya kembangkan. Sebagai contoh saya membuat karakter dewi memeluk bumi dimana artinya ingin mengajak kita semua berdoa menjaga bumi,” ujar Yande Setia.
Lebih lanjut, Yande Setia mengungkapkan bahwa melalui pameran ini, ia ingin menceritakan kembali cerita-cerita terkait mitologi Hindu Bali ke konsep visual. Hal ini karena dalam masyarakat Kita ada kecenderungan lebih sedikit suka membawa, terlebih jika bukunya tebal.
“Tapi kalau kita dengan visual, orang pasti penasaran dan mau. Apa sih sebetulnya yang dibuat ? Dari rasa penasaran ini inginlah kemudian membaca. Sehingga melalui visual ini kita ingin mengajak mengenal kembali tradisi, dan mitologi,” terangnya.
Di samping itu, melalui pameran Seni digital ini, Yande juga ingin mendorong agar seniman-seniman muda yang bergerak di seni digital bisa lahir dan tampil. Hal ini karena kedepan, seni digital memiliki potensi yang besar.
“Potensinya sangat luas ke depan. Selain menghasilkan karya seni digital, Lahan garapannya bisa iklan dan desain sosial media sehingga peluang bisnisnya pun banyak,” sebutnya.
Khusus produk seni digital, katanya, banyak peminat datang dari masyarakat luar negeri. Selain itu orang Bali juga mulai meminati karya seni digital. Satu karya Seni digital dihargai mulai dari Rp 2.000.000.
Sementara itu, kurator Patrick Zaffani, mengatakan Yande Zetia merupakan seorang surealisme dalam eksekusi hasil karyanya. Karya-karya mistiknya dipengaruhi oleh kisah kisah mitologi Hindu Bali, dan tempat-tempat misterius yang ada di Bali.
“Jika anda melihat karyanya, anda yakin bahwa anda tertarik dan termotivasi oleh visi religiusnya yang futuristik,” ucap Patrick Zaffani.
Lebih lanjut, Patrick menerangkan, Yande Zetia ingin mempersembahkan dewa-dewi mitologi Hindu dalam konteks yang baru tetapi tetap dalam pakem Hindu Bali tersebut.
“Tentu anda tidak tahu visual atau dewa-dewi itu seperti apa, karena sejatinya dewa-dewi berada di dimensi yang berbeda sesuai keyakinan umat Hindu Bali, dan saya rasa anda akan terpesona ketika melihat dewa-dewi Hindu dari hasil karya Yande Zetia,” tandas Patrick Zaffani. (Gus/Wan)

Tinggalkan Balasan