DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Dahsyatnya sambaran petir yang menimpa bangunan Balai Banjar Tangkeban, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung menyebabkan bangunan pelinggih berupa Padmasana yang ada di lantai 2 hancur, kejadian tersebut terjadi pada Senin (20/12).

Kelian Dinas Banjar Tangkeban I Made Suanarya (32) menerangkan petir menyambar sekitar pukul 13.30 WITa saat terjadi hujan lebat. Selain menyebabkan bangunan pelinggih Padmasana hancur, sambaran petir juga membakar dan menghancurkan alat meteran listrik (KWH Listrik) di balai banjar itu.  

“Tiba-tiba petir menyambar ke arah bangunan balai banjar yang menyebabkan sebuah pelinggih padmasana yang ada di lantai dua hancur dan KWh listrik yang terpasang pada dinding bangunan di lantai satu ikut terbakar,” ujarnya.

“Syukur api tersebut dapat dengan segera dipadamkan oleh warga yang ada di sekitar lokasi kejadian, sehingga tidak menjadi besar dan merembet ke rumah warga yang ada disekitar bangunan Balai Banjar tersebut,” imbuhnya.

Bhabinkamtibmas Desa Cemagi Aiptu I Nyoman Suarnaya Giri yang langsung datang ke TKP. (Foto: istimewa)

Bhabinkamtibmas Desa Cemagi Aiptu I Nyoman Suarnaya Giri yang langsung datang ke TKP untuk memastikan akibat yang ditimbulkan, menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Berdasarkan pengecekan di TKP tidak ditemukan adanya korban jiwa, namun kerusakan paling parah terjadi pada bangunan yang ada di lantai dua, yang rusak berupa bangunan pelinggih padmasana (hancur) dan di lantai satu tempat KWh listrik  (terbakar) namun api sudah bisa dipadamkan sehingga tidak melebar,” ujarnya.

“Dari kejadian tersebut ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp. 50.000.000 dan ini murni kejadian dari alam (tersambar petir),” imbuhnya.

Atas kejadian itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada saat hujan atau gerimis disertai petir, dengan menjauhi barang-barang elektronik atau titik-titik yang menjadi aliran listrik yang dapat memicu petir menyambar.

“Saya imbau masyarakat untuk mematikan barang-barang elektronik di dalam rumah saat terjadi hujan disertai petir. Semoga kejadian yang serupa tidak terulang lagi di Desa Cemagi ini,” tutup pria yang akrab disapa Giri ini. (*/sin)