Gelar Diskusi Permasalahan Sampah, PC KMHDI Denpasar Hadirkan Solusi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar gelar diskusi soal permasalahan sampah yang ada di Kota Denpasar yang merupakan rangkaian “KMHDI SEVAKAM“, yang digelar di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, pada Sabtu (23/10).
Diskusi tersebut dihadiri oleh PHDI Kota Denpasar, beberapa komunitas pegiat Lingkungan seperti Bersih – bersih Bali, Toltol, Megaloman, PPITO, Duta Hijau Bali, CUT Tegalalang serta UKM Hindu di universitas se-Kota Denpasar.
Diskusi yang dimoderatori langsung oleh ketua PC KMHDI Denpasar I Gusti Putu Putra Mahardika menyatakan dalam diskusi ini kita akan coba kembali merefleksi isu permasalahan sampah. “Terutamanya yang ada di kota denpasar yang dimana selama 2 tahun belakangan ini disibukan dengan persoalan pandemi Covid-19,” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut, pemantik diskusi Gus Norma dari komunitas Bersih-Bersih Bali menyatakan bahwa permasalahan kita yang paling berat adalah merubah pola pikir masyarakat tentang bagaimana memilah sampah dari rumah tangga.
“Selama ini kami sudah bergerak dengan aksi dan edukasi di beberapa wilayah desa di Bali, dari berbagai persoalan yang ada, masalah yang paling sulit adalah bagaimana merubah mindset masyarakat,“ ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama hadir pula Ketua PHDI Denpasar, Nyoman Kenak menyatakan sangat mendukung program “KMHDI SEVAKAM“ dari PC KMHDI Denpasar ini. Serta berharap agar kedepan program seperti ini dapat konsisten dilaksanakan.
“Saya sangat mendukung program ini, yang dimana ini merupakan suatu langkah nyata yang dapat kita lakukan untuk solusi permasalahan sampah dari sumber sekaligus dapat memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Bidang Litbang PC KMHDI Denpasar, I Dewa Gede Permana yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyatakan dalam diskusi kali menepis stigma liar selama ini yang menyatakan bahwa sebagian besar sampah di Bali berasal dari upakara agama, hal ini sangat sedih di dengar.
“Berangkat dari hal tersebut PC KMHDI Denpasar mendorong PHDI untuk mengeluarkan bhisama terkait dengan pengelolaan sampah, terutamanya sampah sisa upakara,” ungkapnya. (*/sin)

Tinggalkan Balasan