DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepercayaan krama desa adat menjadi aspek penting dalam pembangunan Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Oleh karena itu peningkatan rasa kepercayaan perlu diperkuat agar LPD dapat berjalan dengan sehat. Hal ini disampaikan Ketua LPD Desa Adat Sumerta, Denpasar, Dra. Ni Wayan Merdiani.

“Untuk membuat krama desa adat percaya kepada LPD, biasa Kita pada akhir tahun membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ke desa Sumertha, agar kemudian diketahui bagaimana kondisi LPD,” ungkap Wayan Merdiani, di Kantornya, Selasa, 28 September 2021.

Baca juga :  LPD Desa Adat Kapal: Sempat Tumbang, Kini Kembali Berkembang

Selain meningkatkan rasa kepercayaan terhadap LPD, pihaknya juga mencoba untuk selalu terlibat dan membantu dalam kegiatan budaya dan sosial yang diselenggarakan oleh krama Desa Adat Sumertha. 

“Setiap tahun, pada saat hari raya Nyepi kita selalu memberikan paket sembako kepada Jero Mangku, kepada pecalang, prajuru desa adat, dan juga pengurus STT, selain itu kami biasanya memberikan sponsor untuk pembuatan ogoh-ogoh kepada STT serta sponsor di bazar dan ulang tahun muda dan mudi,” ungkap Wayan Merdiani.

Baca juga :  Sekda Alit Wiradana: LPD Strategis untuk Tingkatkan Ekonomi Daerah

Terkait kondisi Pandemi Covid-19, Wayan Merdiani mengungkapkan bahwa Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan bagi LPD Desa Adat Sumerta. Kendati demikian, pihaknya tetap ingin menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LPD. 

“Pegawai tetap masuk dan ke lapangan agar masyarakat tahu bahwa LPD-nya tetap eksis walaupun Covid-19, memungut tabungan tetap, mengunjungi nasabah tetap, baik itu kredit, nasabah tabungan ataupun nasabah deposan, untuk mengantarkan bunganya setiap bulan,” ungkap Wayan Mardiani.

Baca juga :  Penanganan Masalah LPD, Dewa Palguna: Jangan Ada Penyerobotan Wewenang !

Wayan Mardiani menambahkan terkait realisasi kredit di masa Pandemi Covid-19, LPD Desa Sumertha sangat selektif dan hati-hati. Hal ini karena untuk menjaga likuiditas LPD sendiri. “Paling-paling Kita mengeluarkan kredit yang kecil-kecil dulu, itupun untuk krama sendiri dan juga nasabah yang sudah lancar-lancar,” terang Wayan Merdiani.

Terakhir, Wayan Merdiani berpesan untuk selalu menjaga kepercayaan krama desa adat dan likuiditas LPD sendiri agar ketika nasabah datang untuk menarik tabungan atau deposito bisa dilayani dengan cepat dan baik. (Yan/Sin)