Saturday, 25-09-2021

Menag Terbitkan Aturan Penerapan Prokes dan Giat Keagamaan di Wilayah PPKM

DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran Menag Nomor  20 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol (Prokes) Kesehatan 5M dan Pembatasan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan Level 4 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali, serta Pada Masa Perpanjangan PPKM Mikro. Edaran ini ditandatangani Menag pada tanggal 23 Juli 2021. 

“Edaran ini terbit sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan,” ujar Menag, di Jakarta, Sabtu (24/07). 

Edaran tersebut ditujukan Menag kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pusat, Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah/Satuan Pendidikan Keagamaan, Kepala KUA Kecamatan, Penghulu dan Penyuluh Agama, Aparatur Sipil Negara Kemenag, Pimpinan Ormas Keagamaan, Pengurus dan Pengelola Tempat Ibadah, dan Umat Beragama di seluruh Indonesia. 

Baca juga :  Menag Terbitkan Edaran Panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri

Menag mengharapkan agar edaran ini bisa menjadi panduan para pihak dan umat beragama dalam melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah pada masa PPKM Level 3 dan Level 4 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali serta PPKM Mikro. 

“Edaran terbit sebagai ikhtiar lanjutan dalam sosialisasi protokol kesehatan 5M secara lebih ketat dan pengaturan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah yang berada di wilayah PPKM Level 3 dan 4, serta PPKM Mikro,” ujarnya. 

Dalam SE Menag Nomor 20 Tahun 2021 tersebut, bagi tempat ibadah di kabupaten/kota pada wilayah Jawa dan Bali dengan kriteria level 3 dan level 4, tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah/kolektif selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan peribadatan di rumah. 

Baca juga :  Evaluasi PPKM, Kemendagri Minta TNI/Polri Dukung Satpol PP Tingkatkan Kedisiplinan Masyarakat

Selanjutnya, tempat ibadah di kabupaten/kota pada Zona Oranye dan Zona Merah tidak mengadakan kegiatan peribadatan keagamaan berjamaah/kolektif selama masa penerapan PPKM Mikro dan mengoptimalkan peribadatan di rumah. 

Serta, tempat ibadah di kabupaten/kota pada Zona Hijau dan Zona Kuning dapat melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah/kolektif, dengan menerapkan protokol kesehatan 5M secara lebih ketat.

Berdasarkan ketentuan tersebut, bagi pengelola tempat ibadah wajib menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan 5M; memeriksa suhu tubuh menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun); serta menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

Selanjutnya, menyediakan cadangan masker medis; melarang jemaah dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan; mengatur jarak antarjemaah paling dekat satu meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi; dan tidak menjalankan/mengedarkan kotak amal/infak/kantong kolekte/dana punia ke jemaah.

Serta memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan; melakukan disinfeksi ruangan pelaksanaan kegiatan secara rutin; memastikan memiliki ventilasi udara yang baik dan sinar matahari masuk ke tempat ibadah; memastikan kegiatan peribadatan/keagamaan hanya diikuti oleh jemaah paling banyak 30 persen dari kapasitas tempat ibadah; serta melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan paling lama satu jam.

Baca juga :  Idulfitri saat Pandemi, Menag: Makin Perkuat Nilai Kemanusiaan

Berdasarkan SE Menag Nomor 20 Tahun 2021, ketentuan yang terakhir yaitu memastikan pelaksanaan khotbah/ ceramah/tausiyah wajib memenuhi ketentuan: memakai masker dan pelindung wajah (face shield) dengan baik dan benar; menyampaikan khotbah dengan durasi paling lama 15 menit; dan mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. (*/sin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button