DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melansir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Januari 2021 kembali mencatat surplus sebesar 1,96 miliar dolar AS, meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 2,1 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia telah berturut-turut mengalami surplus sejak Mei 2020.

Baca juga :  Rupiah Rp16.880 per Dolar AS, Yield SBN 10 Tahun Tembus 6,45%

Surplus neraca perdagangan Januari 2021 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang berlanjut. Pada Januari 2021, surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat menjadi 2,63 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus Desember 2020 sebesar 2,56 miliar dolar AS.

Perkembangan itu dipengaruhi oleh ekspor yang meningkat sebesar 15,30 miliar dolar AS, meskipun lebih rendah dari peningkatan ekspor bulan sebelumnya sebesar 16,54 miliar dolar AS.

Baca juga :  Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pelaksana Tugas

Ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti CPO, batubara, dan bijih logam tercatat membaik, di tengah penurunan ekspor sejumlah produk manufaktur. Sementara itu, impor nonmigas menurun pada seluruh komponen, terutama dipengaruhi permintaan domestik yang belum kuat.

Baca juga :  BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen, Destry: Inflow Modal Asing Capai Rp160,6 T

Adapun, defisit neraca perdagangan migas sedikit meningkat dari 0,46 miliar dolar AS pada Desember 2020 menjadi 0,67 miliar AS, dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas di tengah impor migas yang meningkat. (*/sin)