Saturday, 25-09-2021

[Opini] Di Era New Normal, Perjuangan Para Pahlawan Bangsa Jangan Dilupakan

OPINI : Ni Luh Putu Pradnyadewi

Selalu ada hikmah dibalik setiap musibah yang terjadi. Tidak terasa kurang lebih sudah 8 bulan Negara Indonesia berjuang melawan musuh yang tak terlihat dengan segala stimulus, usaha dan strateginya. Pandemi Covid-19 ini telah membuat hampir seluruh negara di dunia mengalami perubahan tatanan hidup dari yang sebelumnya bebas kini terbatas yang sangat signifikan. Adanya pandemi ini seolah mengingatkan kita akan pentingnya untuk selalu menjaga kesehatan serta keharmonisan dengan lingkungan dan ciptaan Tuhan lainnya.

Menjelang pergantian tahun, angka penyebaran virus corona ini nampaknya masih saja menunjukkan lonjakan di beberapa titik tertentu. Perubahan tatanan hidup di lingkungan ternyata tidak berpengaruh pada sebagian masyarakat di daerah. Kebijakan pemerintah tentang pembatasan melakukan kegiatan di luar rumah atau aktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan kerap kali tidak dihiraukan oleh masyarakat terlebih lagi oleh para pemuda yang merasa memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat. 

Baca juga :  Jaga Ketahanan Pangan, Wakapolres Badung Temui Pengusaha Jamur

Degradasi moral tersebut dilatarbelakangi dengan lemahnya pendidikan karakter yang dimilikinya. Pada masa pandemi dengan kegiatan belajar dari rumah para pemuda tidak hanya dituntut agar memiliki nilai akademik tetapi juga agar bagaimana nilai budi pekerti luhur para pemuda tidak hilang. Rasa simpati dan empati kita sekarang lah yang dibutuhkan oleh negeri kita ini untuk membantu bangkit dari hantaman pandemi  yang entah sampai kapan menyerang. 

Baca juga :  Selain Ingin SDM Unggul Berkarakter, Ini 4 Arahan Presiden Soal Peta Jalan Pendidikan 2020-2035

Para pemuda sebagai masyarakat intelektual, harus memiliki karakter yang mencerminkan dengan jati diri bangsa Indonesia. Walaupun penjajahan di negeri ini telah usai bukan berarti tidak adanya lagi masalah yang muncul. Pandemi corona ini juga mengingatkan kita tentang bagaimana rasa persatuan dan perjuangan para pahlawan kita dahulu. Sebagai cerminan generasi muda bangsa ini untuk tidak memikirkan diri sendiri tetapi bangkit bersama dengan rasa kebersamaan, nasionalisme, patriotisme dan jiwa kerelawanan untuk menciptakan solidaritas sehingga dapat berjuang memutus rantai penyebaran virus corona yang menjadi ancaman bagi seluruh dunia.

Baca juga :  Dewa Indra Pimpin Apel Awal Bulan Dalam Skema Bali Era Baru Melalui Virtual

Walaupun kita sebagai generasi muda tidak akan bisa meneteskan setetes darahpun untuk kita sumbangkan kepada negara, tetapi kita bisa berkreatifitas, berkarya, menyumbangkan segala aspirasi kita dalam hal positif dengan memanfaatkan media sosial ataupun aktivitas disekitar tentang bagaimana cara mengedukasi masyarakat untuk dapat menggunakan simpati dan empati mereka terhadap pentingnya menjaga kesehatan itu bermakna juga untuk melindungi negara kita ini. 

Oleh karena itu, jika kalian sayang kepada keluarga, teman, masyarakat dan negara kita Republik Indonesia ini. Tahun 2020 tinggal tersisa 2 bulan lagi, apa susahnya untuk tidak ‘ngeyel’ dengan imbauan pemerintah? Rebahan boleh, tetap produktif juga harus. Salam Pancasila! (*/sin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button