DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh I Gusti Agung Ngurah Sudarsana selaku Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bali, menjelaskan dengan tumbuhnya rasa persaudaraan dan gotong royong yang kuat di dalam penerapan kehidupan, sehingga kesatuan dan persatuan akan tumbuh dan berkembang hingga paparan radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat terutama generasi muda dapat dicegah.

Dalam sambutan tersebut Ia menjelaskan banyaknya aksi teror yang dilakukan kaum perempuan di tanah air yang perlu mendapat perhatian dari kita semua. “Karena wanita pada umumnya yang merupakan ibu rumah tangga memiliki peran sebagai guru pertama dalam mendidik anak anaknya. Maka harus dibekali ilmu pengetahuan dan wawasan terkait bahaya radikalisme dan terorisme pada kalangan tertentu, yang nantinya juga secara perlahan akan memecah belah persatuan dan kesatuan dalam bersaudara,” jelasnya saat membacakan sambutan Gubernur Bali dalam Kegiatan Perempuan Agen Perdamaian di Harris Hotel, Kuta, Kamis (10/9).

Baca juga :  Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Koster Ajak Semua Pihak Antisipasi Potensi Konflik Sosial

Selanjutnya, Ia mengharapkan ibu rumah tangga sebaiknya diberikan pembekalan yang sejalan dengan literasi yang benar dalam mendidik putra putrinya untuk menjauhi mereka dari paparan radikalisme dan terorisme. “Hal tersebut karena keberhasilan dalam membetengi generasi muda dari pengaruh radikalisme dan terorisme menjadi hal yang harus dilakukan agar tidak menjadikan bangsa kita hancur. Dengan perempuan menguasai ilmu tentang upaya upaya pencegahan paparan radikalisme dan terorisme maka diyakini generasi muda akan mampu turut serta menjadi bagian dari bangsa Indonesia dalam membangun  bangsa yang maju dan menjadikan daerahnya untuk berkembang dengan fundamental dan pondasi yang kokoh,” tegasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Dampingi Megawati, Penyerahan HKI Bali 2026 Tunjukkan Tren Positif

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang merupakan sebuah lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BNPT dikoordinasikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan selalu melakukan sosialisasi secara berkesinambungan dengan instansi Pemerintahan terkait, hal ini dilakukan dalam upaya meminimalisir bobroknya generasi muda yang mudah terpengaruh atau terpapar radikalisme.

Direktur Pencegahan Radikalisme dan Terorisme BNPT Pusat menegaskan ada beberapa upaya pencegahan penyebaran radikalisme dan terorisme antara lain ;

a. Menguatkan perjanjian luhur pendiri republik ini yaitu Pancasila; 

Baca juga :  Kinerja Moncer, Gubernur Koster Nilai Bank BPD Bali Masih Bisa Tingkatkan Laba hingga Batas Maksimal

b. Peningkatan wawasan kebangsaan, kualitas wawasan kebangsaan pada skala nasional sangat bergantung dari dari kualitas wawasan kebangsaan dari masing-masing daerah; 

c. Berpikir integralistik, meresapi kembali cita-cita yang terkandung dalam Pancasila;

d. Membina kerukunan umat beragama, meningkatkan ketaqwaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran agama yang dipeluknya serta kepercayaan yang diyakininya; Meningkatkan Ketaatan pada hukum dan moral serta ajaran agama; 

f. Meningkatkan kemampuan berpikir rasional dan kritis; Meningkatkan patriotisme dan kesetiakawanan sosial; 

g. Meningkatkan patriotisme dan kesetiakawanan sosial.

Kegiatan ini juga dihadiri Forkompinda Provinsi Bali, Kakanwil Kementerian Agama, Ditreskrim Polda Bali, Kepala BIN Provinsi Bali, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali dan Instansi terkait. (*/sin)