Saturday, 25-09-2021

Merefleksi 75 Tahun Indonesia Merdeka PC KMHDI Bangli Gelar ‘Ngoreksi’

DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI, BALI – Refleksi 75 tahun kemerdekaan Indonesia Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli kembali menggelar diskusi yang dikemas dengan ‘Ngoreksi’ (Ngobrol dan Mengkoreksi Informasi), Senin (31/8). Diskusi dalam jaringan dengan aplikasi zoom meeting ini diikuti oleh kader KMHDI dan umum yang dimulai dari pukul 15.00 wita hingga selesai.

Tema diskusi ini merupakan himbauan dari PP KMHDI yang kemudian kajiannya didiskusikan kembali oleh PC KMHDI Bangli. Refleksi 75 tahun indonesia maju dilihat dari berbagai sudut pandang mulai dari kondisi ekonomi, pendidikan, sosial dan hingga adu domba antar anak bangsa telah mendistrupsi seluruh sektor. Manajemen krisis menjadi hal yang harus digunakan sebagai dasar bertimbangan ditengah pandemi.

Secara yuridis Indonesia memang merdeka. Tapi pada kenyataan Indonesia belum merdeka dari belenggu kemiskinan. Ketidaksiapan dunia pendidikan saat ini menjadi dilema terhadap kualitas SDM masyarakat Indonesia. Pendidikan sebagai bagian yang berperan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju harus beradaptasi dengan kondisi saat ini. Terlepas dari dunia pendidikan, kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi juga menjadi sorotan saat ini. 

Teddy Chrisprimanata Putra selaku pemantik diskusi yang sekaligus anggota departemen kajian dan isu PP KMHDI, menyatakan kebebasan pendapat juga memiliki batasan. “Kebebasan berpendapat dijamin oleh negara akan tetapi terdapat batasan dimana salah satunya  UU ITE tahun 2008 untuk membatasi pendapat masyarakat, secara umum kita masih menunjukan ego tentang masukan dan kritikan tanpa berpikir ilmiah. Oleh karena kita diberikan kebebasan tapi jangan sampai kebablasan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Teddy menegaskan 75 tahun indonesia merdeka bukan hanya terlepas dari belenggu penjajah tetapi merdeka adalah sebuah kebebasan sebuah negara demokrasi, kritik dan saran merupakan arwah dari negara demokrasi. “Indonesia maju menjadi PR kita bersama untuk mewujudkannya, kemerdekaan bukan hanya sekedar seremonial atau peringatan semata tetapi kemerdekaan harus diperjuangkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda harapan bangsa,” jelasnya. (*/Sin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button