DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Masyarakat Pulau Dewata patut berbangga atas lolosnya salah satu putri Bali, yakni Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja menjadi 23 besar kontestan ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2019. Putri dari pasangan I Gede Suraharja dan Ni Wayan Serini ini berhasil lolos dalam babak eliminasi I  II, III, babak Showcase 1, dan kini di babak Final Shocase yang menyisakan 18 kontestan dari 350 yang lolos pada babak audisi.

Ibunda Mahalini, Ni Wayan Serini menuturkan bahwa anaknya sedari kecil memang sudah memiliki ketertarikan terhadap musik, khususnya menyanyi. Ketertarikannya tersebut, kata sang ibu, berawal ketika Mahalini melihat sang Ayah yang suka bernyanyi karaoke di rumah, melihat itu, Mahalini kecil pun tertarik dan ingin ikut bernyanyi.

Melihat ketertarikan anaknya tersebut, Wayan Serini kemudian berinisiatif untuk mengikutkan Mahalini dalam les vokal. Sejak itu, kesenangannya pada bernyanyi semakin menguat, seiring dengan semakin terasahnya keterampilan teknik bernyanyinya.

“Awalnya, saat TK Mahalini menyukai model namun karena di rumah ayahnya suka karaoke, kami suka karaoke di rumah melihat itu Mahalini tertarik dan akhirnya suka bernyanyi. Dan saat kelas 5 SD mulai ikut les vokal untuk mengasah kemampuan bernyanyinya,” tutur sang ibu, di Denpasar, Jumat (1/11).

Ibunda dari Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja, Ni Wayan Serini. (Foto: dikdimerdeka.com)

Meski demikian, awalnya Ni Wayan Serini tidak pernah berpikiran mendaftarkan Mahalini mengikuti les vokal agar kelak Mahalini menjadi penyanyi profesional dan dapat menjadi artis, dia hanya berupaya untuk mendukung hobi sang anak dan berusaha memberikan kegiatan yang positif bagi anak bungsunya itu. “Awalnya saya hanya ingin memberikan kegiatan yang positif,” ujarnya.

Baca juga :  Cikal Bakal Karya yang Memadukan Kedua Budaya, Perwakilan Indonesia Pertemukan Maestro-Maestro Seni Indonesia dan Meksiko

Namun ternyata, dari hal itu bakat dan prestasi Mahalini lahir. Lebih lanjut Wayan Serini mengisahkan, saat Mahalini kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) guru di sekolahnya mengatakan Mahalini benar-benar memiliki bakat bernyanyi. Oleh karena itu, Mahalini saat itu sering kali ditunjuk untuk mewakili sekolah untuk mengikuti lomba-lomba bernyanyi.

“Saat SMP kelas 2, gurunya di sekolah menilai Mahalini benar-benar memiliki bakat bernyanyi, Mahalini kemudian sering ditunjuk untuk mewakili sekolah untuk mengikuti lomba-lomba menyanyi. Namun saat itu Mahalini belum berani tampil solo, dia tampil dalam vokal grup, dan saat itu vokal grupnya berhasil meraih juara 1 lomba antar sekolah.”

“Melihat bakat dan prestasinya tersebut dia juga dipilih untuk mewakili Bali untuk mengikuti ajang lomba tingkat SMP di Semarang. Baru kemudian saat SMA Mahalini berani tampil solo. Dan biaya sekolah SMA-nya pun, di SMAN 1 Denpasar, Mahalini mendapatkan beasiswa prestasi dari bakat menyanyinya,” papar sang Ibu menceritakan kisah sang anak.

Begitupun di masa SMA, tuturnya lebih lanjut, Mahalini terus menekuni bakat dan hobbinya itu. Sama halnya saat di masa SMP, saat di SMA, Mahalini juga sering ditunjuk oleh pihak sekolah untuk mewakili sekolah setiap kali ada perlombaan menyanyi. Di masa SMA ini Mahalini menjadi juara satu lomba menyanyi se-Bali untuk tingkat SMA. Dan saat SMA itu, ia juga pernah diminta mewakili sekolah untuk berlomba di Kupang.

Baca juga :  Hari Musik Nasional, Momentum Benahi Industri Musik┬áTanah Air

Pasca SMA Mahalini kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Mahasaraswati Denpasar, dengan mengambil disiplin ilmu Kedokteran Gigi. Sementara itu, di sela-sela aktivitas belajarnya, ia masih tetap menjalankan hobi bernyanyinya. Mahalini masih sering berlatih bernyanyi dengan mengcover lagu-lagu untuk kemudian dia unggah di channel Youtube-nya.

Wayan Serini mengatakan anak bungsunya itu memiliki kepribadian yang bijak dan sangat berbakti, dari Mahalini kecil ia selalu memperhatikan nasihat-nasihat orang tuanya. Menurut sang ibu, meski sedikit pemalu, tapi Mahalini cukup ramah terhadap orang lain, dan dia juga sangat baik dalam berteman. “Mahalini anaknya sangat berbakti, dia selalu memperhatikan nasihat yang kami berikan sebagai orang tua dan teman-temannya juga sering main ke rumah dan betah sama dia,” ujarnya.

Saat mendaftar ikut audisi Indonesian Idol 2019, sang Ibu mengaku tidak mengetahuinya, dan belakangan ia baru tahu mengapa anaknya tidak memberitahukan hal itu, lantaran Mahalini ini memberikan kejutan kepada ayah dan ibunya. Ia mengaku sangat terharu, dengan perjuangan anaknya, saat audisi pertama dan berhasil mendapatkan Golden Ticket, ia menangis haru saat mendengar Mahalini mengatakan bahwa Golden Ticket itu ia persembahkan untuk kedua orang tuanya.

Baca juga :  Hari Musik Nasional, Momentum Benahi Industri Musik┬áTanah Air

Dari tahap audisi tersebut, Mahalini berhasil lolos dalam tiga tahap eliminasi selanjutnya (eliminasi I, II dan III) hingga masuk ke 23 besar (Top 23) dan kini Babak Final Showcase yang hanya tersisa 18 kontestan, yang akan dilaksanakan pada 11-12 November, yang akan disiarkan secara live di channel TV RCTI. Pada tahap ini, sama halnya drngan saat Showcase 1, lolos atau tidaknya Mahalini ke tahap selanjutnya akan sangat ditentukan dengan jumlah voting dari pendukungnya.

Untuk itu, pada tahap ini sang ibunda, Ni Wayan Serini, kembali meminta dan sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat Bali khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya agar memberikan vote-nya untuk Mahalini saat Showcase nanti. “Mahalini anak yang baik, dia berbakti dan pejuang keras. Sejauh ini dia sudah menunjukkan dia memiliki bakat. Sekarang dia hanya membutuhkan sedikit dukungan dari kita semua. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati saya mewakili Mahalini, mengharapkan dukungan masyarakat Bali, dan seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat memilihnya,” tandasnya. (AD/DK)