Benny Harman Lirik Anggaran Pusat untuk Bangun RS Baru di Manggarai
DIKSIMERDEKA.COM, MANGGARAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Benny K. Harman mengunjungi Rumah Sakit Lapangan (RSL) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 24 Oktober 2026.
RSL Ruteng ini merupakan fasilitas kesehatan darurat yang dibangun di lapangan Bandara Frans Sales Lega pasca Rumah Sakit (RS) Ruteng terdampak gempa bumi Flores 15 Agustus lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Benny mengaku sedang berupaya melirik anggaran dari pusat untuk membantu membangun Rumah Sakit (RS) baru dan permanen di Kabupaten Manggarai.
“Ini akan menjadi fokus utama saya ke pusat. Langkah konkret yang harus diambil memastikan pemerintah pusat cepat turun tangan membantu membangun RS yang baru yang lebih modern” kata Benny.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang tetap teguh menjalankan tugas kemanusiaan.
Menurutnya, para nakes menunjukkan dedikasi luar biasa meski harus bekerja di tengah berbagai kekurangan dan keterbatasan fasilitas medis di lapangan.
“Saya menyaksikan langsung bagaimana pasien dilayani dengan sepenuh hati oleh teman-teman nakes disini. Banyak pasien juga memberikan testimoni yang baik tentang pelayanan yang diberikan. Semoga banyak pasien yang sembuh dan sehat secepatnya,” ujar Benny.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengawal alokasi anggaran dan dukungan dari Pemerintah Pusat guna pembangunan rumah sakit baru.
Menurutnya, pemenuhan infrastruktur kesehatan yang layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.
Selain mengawal proyek jangka panjang berupa bangunan fisik RSUD baru, Anggota Komisi III DPR RI ini juga menyoroti pentingnya langkah mitigasi jangka pendek yang terukur.
Mengingat lanskap cuaca yang mulai memasuki akhir tahun dan puncak musim hujan, ia mendesak perlunya antisipasi risiko bencana lanjutan agar mata rantai layanan kesehatan publik tidak terganggu.
Sementara itu, Direktur RSUD Ruteng, dr. Oktavianus Yanuarius Ampur, menyambut baik perhatian serta kehadiran legislator senior asal NTT tersebut.
Pihak manajemen menganggap peninjauan langsung ini sebagai bentuk dukungan moral yang sangat berharga bagi jajaran medis.
“Kehadiran Bapak Benny di RS Lapangan ini menjadi tambahan energi yang sangat berarti bagi seluruh petugas medis kami. Perhatian ini memicu semangat kami agar pelayanan bisa lebih optimal,” kata dr. Oktavianus.
Lebih lanjut, kata dia, jajaran RSUD Ruteng memegang komitmen untuk memberikan perawatan medis secara maksimal kepada masyarakat, terlepas dari segala keterbatasan fisik di lapangan.
Namun demikian, dr. Oktavianus tidak menampik beratnya beban operasional yang ditanggung RSUD Ruteng sebagai rumah sakit rujukan.
“Mengingat keberadaan RSUD Ruteng sebagai rumah sakit rujukan, kami sangat mengharapkan adanya bantuan operasional serta percepatan pembangunan RS definitif dari pusat. Kondisi saat ini sungguh menantang; jumlah tempat tidur medis yang semula berjumlah 241 unit, kini berkurang drastis menjadi hanya 143 unit yang tersisa dan dapat difungsikan akibat terdampak bencana,” ungkap dr. Oktavianus.
Sebagai penanganan darurat untuk mengatasi defisitn UN ruang perawatan tersebut, pihak RSUD Ruteng mendorong pemanfaatan struktur bangunan alternatif semi-permanen.
Reporter: Berto Davids

Tinggalkan Balasan