DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kusuma Kelakan menyambangi kantor Pertamina di Jalan Sugianyar, Denpasar, Selasa (13/10/2026), menyusul terjadi kelangkaan yang membuat antrean panjang pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.

Dalam kesempatan itu, ia meminta PT Pertamina Patra Niaga segera menyalurkan stok bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, terutama yang mengalami antrean panjang.

“Pertamina mengumumkan aman, tapi fakta lapangan tidak aman. Oleh karena itu, saya datang ke sini untuk mengecek secara teknis dan mencari pemecahan masalah,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kelakan meminta stok Pertalite sekitar 1.200 kiloliter (kL) di Terminal BBM Pesanggaran dan 10.300 kL di Integrated Terminal (IT) Manggis segera disalurkan ke SPBU di Denpasar, Badung, dan Tabanan.

Baca juga :  Bantu Terminal Manggis, Pertamina Optimalkan Distribusi BBM dari Pesanggaran

“Kalau dijumlahkan itu 11 ribu kiloliter lebih. Kalau ini dijalankan, saya harap antrean tidak lagi terjadi,” katanya.

Menurut Kelakan percepatan penyaluran tersebut guna mengatasi masalah kelangkaan BBM di tengah masyarakat yang menyebabkan antrean sampai membludak.

Di samping itu, Kelakan meminta tambahan pasokan BBM melalui Terminal BBM Pesanggaran yang akan dikirim pada Kamis (15/10/2026) sebanyak 3.000 kL dan IT Manggis pada Sabtu (17/10/2026) sebanyak 26.000 kL juga segera disalurkan ke masyarakat.

Kelakan mengatakan rata-rata kebutuhan konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kL per hari.

Karena itu, ia meminta Pertamina memperhitungkan kebutuhan harian dan mengantisipasi lonjakan konsumsi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Jangan sampai ini terulang lagi. Stok sudah ada, tetapi kalau antrean masih terjadi, berarti ada masalah dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Baca juga :  Antrean SPBU Mengular, Pertamina Jadwalkan Tiga Kapal BBM Sandar di Bali

Untuk mencegah persoalan serupa, dalam jangka panjang, Kelakan meminta agar Pertamina menaikan kuota BBM di Bali sebesar 20 persen.

Menurutnya, Pertamina harus mempertimbangkan Bali sebagai daerah pariwisata dengan tingkat mobilitas yang sangat tinggi sehingga memicu pertambahan lonjakan permintaan, terutama saat high season, hari raya, dan tahun baru.

Perlu diketahui, pada tahun 2026, kuota BBM jenis Pertalite di Bali sekitar 764.106.000 liter. Sampai September 2026, sekitar 560.869.000 liter telah disalurkan pertamina atau 73,4 persen dari kuota tahun ini.

Selain menambah kuota, Alit Kelakan juga meminta Pertamina melakukan evaluasi terkait pola distribusi dari IT Manggis dan Terminal BBM Pesanggaran, termasuk kecukupan armada pengangkut.

Sementara itu, Kepala Sales Area Manager Pertamina Bali Alam Kanda Winali mengatakan Pertamina sedang memulihkan pasokan sejak Senin (12/10/2026) dini hari.

Ia mengatakan saat ini penyaluran BBM dan operasional terminal dilakukan selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Alam menjelaskan antrean panjang di SPBU disebabkan oleh peningkatan konsumsi BBM dan keterlambatan kedatangan kapal akibat cuaca.

Baca juga :  Antrean Mengular di Sejumlah SPBU Denpasar, Pertamina Sebut Ada Penyesuaian Distribusi

“Ketika masyarakat mengetahui kapal pengangkut BBM telah tiba dan stok tersedia, permintaan meningkat karena konsumen datang secara bersamaan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi antrean yang mengular tersebut, Alam mengatakan Pertamina saat ini tengah mengoptimalkan penyaluran melalui dua terminal, yakni IT Manggis dan Terminal BBM Pesanggaran.

Sebelumnya, pasokan untuk Denpasar, Badung, dan Tabanan lebih banyak mengandalkan IT Manggis.

“Sekarang kita berlakukan dua depot, yaitu di Manggis dan Pesanggaran, untuk mempercepat proses pemenuhan kebutuhan,” kata Alam.

Pertamina memastikan upaya penambahan pasokan dan optimalisasi distribusi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Bali.

Reporter: Agus Pebriana