DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia secara resmi mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul memanasnya eskalasi konflik antara otoritas Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi asal Yaman.

Ketegangan tersebut memuncak setelah terjadinya serangkaian serangan yang menyasar fasilitas publik, khususnya Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, pada Sabtu hingga Minggu (10-11 Oktober 2026).

Menyikapi perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut, pemerintah pusat melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh langsung mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan para WNI.

Baca juga :  58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Dampak Perang Iran–AS–Israel, DPR: Negara Harus Jemput!

H2: Belum Ada Laporan Korban Jiwa WNI

Dalam keterangan resminya, Kemlu RI menyatakan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi secara intensif. Hingga tanggal 11 Oktober 2026, Kemlu memastikan belum menerima laporan adanya kondisi WNI di Arab Saudi yang menjadi korban meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Meski demikian, pihak kementerian menekankan bahwa proses verifikasi di lapangan masih terus berjalan. Hal ini dilakukan untuk mendata secara pasti kemungkinan adanya WNI yang turut menjadi korban luka-luka dalam rentetan serangan itu.

Baca juga :  58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Dampak Perang Iran–AS–Israel, DPR: Negara Harus Jemput!

Untuk mempercepat proses verifikasi, tim dari KBRI Riyadh saat ini terus berkoordinasi secara aktif dengan otoritas keamanan dan kesehatan Arab Saudi. Pihak kedutaan juga melakukan pemantauan langsung dengan menyisir sejumlah rumah sakit yang berada di Riyadh dan kawasan sekitarnya demi memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak.

H2: Imbauan Jauhi Kawasan Rawan

Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, KBRI Riyadh telah menerbitkan surat imbauan resmi kepada seluruh WNI yang berdomisili atau sedang berada di Arab Saudi.

Baca juga :  58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan Dampak Perang Iran–AS–Israel, DPR: Negara Harus Jemput!

Pemerintah meminta agar masyarakat Indonesia di sana meningkatkan kewaspadaan dan sebisa mungkin menghindari lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Salah satu kawasan yang ditekankan untuk dihindari saat ini adalah area Bandara Internasional King Khalid dan sekitarnya.

Selain itu, KBRI juga mengimbau agar WNI membatasi aktivitas dan perjalanan ke luar rumah yang sifatnya tidak mendesak. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari perwakilan RI setempat serta mematuhi segala arahan dan prosedur keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas Pemerintah Arab Saudi.