Sambaran Petir Picu 42 Kebakaran Bangunan di Malaysia
DIKSIMERDEKA.COM PETALING JAYA – Petir tak cuma membawa suara gelegar dan kilatan di langit. Di Malaysia, sambaran listrik dari langit itu tercatat memicu 42 kebakaran bangunan sepanjang Januari hingga Agustus.
Data tersebut disampaikan Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia. Kasus kebakaran akibat sambaran petir paling banyak terjadi pada April, dengan 13 kejadian.
Direktur Jenderal Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia, Nor Hisham Mohammad, mengatakan setelah April, jumlah kasus tertinggi berikutnya terjadi pada Juli dengan enam kasus.
Sementara Februari, Mei, Juni dan Agustus masing-masing mencatat lima kasus. Sedangkan Maret terdapat tiga kasus. Pada Januari tidak ditemukan kasus kebakaran bangunan yang dipicu sambaran petir.
“Angka pada April juga sekitar 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulanan 5,3 kasus selama periode delapan bulan tersebut,” kata Nor Hisham.
Lonjakan pada April bukan terjadi tanpa sebab. Periode tersebut bertepatan dengan musim peralihan atau inter-monsoon yang berlangsung antara Maret hingga Mei. Malaysia mengalami dua periode musim peralihan setiap tahun. Periode berikutnya berlangsung pada September hingga Oktober.
Petir Bisa Merusak Bangunan dan Memicu Kebakaran
Saat cuaca memburuk, petugas pemadam kebakaran tidak hanya berhadapan dengan api. Berbagai keadaan darurat yang berkaitan dengan petir juga harus ditangani, mulai dari kebakaran bangunan hingga kerusakan yang ditimbulkan sambaran listrik.
Kepada The Strait Times, Nor Hisham menjelaskan, sambaran petir dapat menghantam rumah, bangunan komersial, gardu listrik maupun fasilitas industri. Dampaknya tidak ringan.
“Ketika petir menyambar rumah tinggal, bangunan komersial, gardu listrik atau fasilitas industri, lonjakan listrik yang sangat kuat dapat merusak atap, struktur bangunan dan sistem kelistrikan, atau memicu kebakaran.
“Kondisi ini membutuhkan upaya pemadaman segera dan langkah-langkah stabilisasi lokasi untuk mencegah api menyebar.”
Artinya, ancaman petir tidak berhenti pada titik bangunan yang terkena sambaran. Kerusakan sistem listrik dapat memperbesar risiko kebakaran sekaligus membahayakan orang-orang yang berada di sekitar lokasi.
Bukan Cuma Kebakaran Bangunan
Menurut Nor Hisham, periode cuaca buruk juga membuat petugas kerap menghadapi kasus pembakaran terbuka dan kebakaran hutan.
Situasinya semakin kompleks ketika petir menimbulkan korban manusia atau bahaya sekunder. Layanan Medis Darurat dan Penyelamatan serta unit taktis khusus departemen turut dikerahkan untuk menangani berbagai panggilan darurat.
“Ini termasuk mengevakuasi orang yang tersambar secara langsung maupun tidak langsung ketika berada di luar ruangan, serta menyelamatkan korban yang terjebak akibat pohon tumbang atau puing-puing yang terlepas akibat sambaran petir,” katanya.
Data tersebut menunjukkan bahwa petir bukan sekadar fenomena alam yang harus dinikmati dari balik jendela. Ketika intensitasnya tinggi, sambaran listrik dapat berubah menjadi ancaman serius terhadap bangunan, jaringan listrik, lingkungan hingga keselamatan manusia.
Saat Petir Menyambar, Jangan Berteduh Sembarangan
Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil risiko ketika petir mulai menyambar.
Nor Hisham meminta masyarakat yang berada di luar ruangan segera mencari perlindungan di bangunan yang kokoh atau kendaraan tertutup.
“Ketika berada di luar ruangan, jauhi pohon-pohon tinggi, tiang utilitas, struktur logam dan badan air, karena benda-benda tersebut menghantarkan listrik.”
Peringatan tersebut menjadi penting karena tempat yang terlihat seperti perlindungan belum tentu aman dari sambaran petir. Pohon tinggi, tiang dan struktur berbahan logam justru dapat menjadi jalur yang menghantarkan listrik.
Pemilik Bangunan Diminta Periksa Penangkal Petir
Selain meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Nor Hisham juga mengingatkan pemilik properti agar memperhatikan sistem perlindungan bangunan.
Bangunan, kata dia, sebaiknya dilengkapi penangkal petir dan perlindungan lonjakan listrik (surge protection) yang dipasang dengan benar. Sistem tersebut berfungsi menyalurkan pelepasan listrik secara aman ke tanah sekaligus mengurangi risiko kerusakan.
Pesannya sederhana: jangan menunggu bangunan tersambar petir baru memikirkan sistem perlindungan.
Dengan 42 kasus kebakaran bangunan dalam delapan bulan, Malaysia kini menghadapi catatan yang memperlihatkan bagaimana cuaca ekstrem dapat membawa konsekuensi serius. April menjadi alarm paling keras, ketika jumlah kasus melonjak hingga 13 kejadian.
Petir memang datang dari langit. Tetapi ketika menyambar bangunan, dampaknya bisa menjalar sampai ke struktur, sistem listrik dan keselamatan manusia. Karena itu, kewaspadaan dan perlindungan bangunan menjadi dua hal yang tidak bisa dianggap sepele.

Tinggalkan Balasan