DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Bali I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer menyinggung wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Bali.

Rakerda tersebut digelar di Gong Perdamaian, Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

Demer mengatakan Partai Golkar sejak awal telah mengusulkan agar pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD. Menurut dia, usulan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.

“Kalau Golkar memang mengusulkan dari awal waktu Rapimnas, pemilihan Pilkada lewat DPRD. Karena banyak hal, pertimbangannya banyak sekali,” kata Demer.

Demer mengakui mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD bukan pilihan yang populis diambil partai Golkar. Namun, ia menyebut Partai Golkar menilai mekanisme tersebut merupakan pilihan yang dianggap lebih baik bagi masyarakat.

Baca juga :  Demer Ajak Partai Lain Bergabung jika Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

“Walaupun ini tidak populis, tapi menurut Golkar itu yang terbaik untuk rakyat. Maka itulah yang kita suarakan,” ujarnya.

Selain membahas Pilkada, Demer dalam sambutannya juga menyinggung persiapan Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut persaingan politik ke depan akan semakin ketat, terutama jika ambang batas parlemen atau parliamentary threshold mengalami kenaikan menjadi 5 persen.

Dalam kesempatan itu, kepala pengurus partai, Demer meminta terdapat empat hal yang perlu diperkuat untuk menghadapi pertarungan politik mendatang, yakni sumber daya manusia, jaringan, manajemen, dan logistik.

“Untuk kesuksesan itu, dari pandangan saya ada empat hal. Pertama tentu ada orang,” katanya.

Ia menekankan orang yang ditempatkan dalam struktur partai tidak sekadar mengisi posisi. Kader yang dipilih, kata dia, harus memiliki kemampuan membangun popularitas dan elektabilitas sehingga dapat menghasilkan suara bagi partai.

Faktor kedua adalah jaringan. Demer menyebut jaringan Partai Golkar telah tersedia hingga tingkat kabupaten/kota dan desa. Namun, ia meminta jaringan tersebut diperkuat hingga tingkat dusun.

Baca juga :  Putri Koster Ajak Perempuan Bali Masuk Politik dengan Idealisme dan Dedikasi

“Nanti ada strategi-strategi khusus untuk pendekatan kepada masyarakat, bagaimana menampung aspirasi masyarakat, kemudian bagaimana juga membuat simpati masyarakat,” ujarnya.

Faktor ketiga adalah manajemen, termasuk pemanfaatan sistem digital. Menurut Demer, perencanaan program dilakukan melalui Rakerda, kemudian diorganisasikan dan dilaksanakan dengan bergerak langsung ke masyarakat.

Sementara pengawasan terhadap pelaksanaan program akan dilakukan dengan memanfaatkan sistem digital.

“Planning-nya hari ini melalui Rakerda kita merencanakan, kemudian mengorganisasikannya dengan baik, kemudian action-nya itu adalah bergerak ke masyarakat. Controlling-nya nanti melalui sistem digital kita,” katanya.

Faktor keempat adalah kesiapan logistik. Demer meminta seluruh jajaran Partai Golkar mulai mempersiapkan diri karena tahapan menuju Pemilu 2029 dinilai semakin dekat.

Demer juga meminta kader Golkar tidak takut bersaing dalam memperebutkan kursi legislatif. Ia mengingatkan pengalaman di sejumlah daerah ketika kekhawatiran menghadapi persaingan justru berujung pada hilangnya kursi.

Baca juga :  Demer Ajak Partai Lain Bergabung jika Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

“Jangan takut untuk bersaing dengan yang mempunyai suara. Karena kita sudah punya pengalaman beberapa tempat, ketika takut bersaing, maka hilang kursi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Demer juga menyinggung proses penyusunan kepengurusan Partai Golkar. Ia mengatakan tidak seluruh nama yang diusulkan dapat masuk dalam kepengurusan.Menurut dia, terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan pengurus, termasuk rekam jejak calon pengurus.

“Ada yang catatan masa lalunya kurang baik, tentu kita tinggalkan,” kata Demer.

Demer meminta kader yang belum terakomodasi dalam kepengurusan tidak berkecil hati. Ia mengatakan kesempatan bagi setiap kader dapat berubah seiring waktu.

“Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya,” ujar Demer.

Reporter: Agus Pebriana