MANCHESTER DIKSIMERDEKA.COM – Kisah romantis ala Cinderella yang dibawa Sabah FC ke Old Trafford untuk debut mereka di Liga Champions harus berakhir tragis. Menghadapi raksasa yang sedang haus pelampiasan, klub asal Azerbaijan itu dipaksa menelan pil pahit realita sepak bola elite Eropa setelah digulung Manchester United (MU) dengan skor telak 4-0.

Sabah datang dengan narasi luar biasa. Klub yang bahkan belum eksis sedekade lalu ini sukses menjuarai liga domestik di bawah asuhan Valdas Dambrauskas, bangkit dari ketertinggalan 41 poin di musim 2024-25. Namun, di hadapan skuad Michael Carrick yang sedang mencari penawar luka pasca-ditahan imbang Everton akhir pekan lalu, dongeng itu seketika hangus.

Kemenangan mutlak ini bukan sekadar raihan tiga poin di fase grup, melainkan sebuah pernyataan sikap yang keras sebelum Setan Merah melakoni duel sengit Derby Manchester melawan Manchester City pada hari Minggu (13/9/2026)mendatang.

Hukuman Kejam untuk Taktik Berani Mati Tim Tamu

Alih-alih tampil pragmatis dan memarkir bus layaknya tim debutan underdog, Sabah berani meladeni permainan MU dengan formasi 4-3-3. Mereka mencoba mengeksploitasi lini belakang tuan rumah yang tampil dengan beberapa pemain rotasi.

Baca juga :  Awal Musim Hancur Lebur! Manchester United Diterkam Macan Hull City 2-0,

Keberanian itu sempat membuahkan ancaman serius pada menit ke-35. Umpan silang Kaheem Parris gagal diantisipasi Noussair Mazraoui, membebaskan Joy-Lance Mickels di tiang jauh. Sial bagi tim tamu, sundulan Mickels justru melenceng. Kegagalan ini menjadi titik balik krusial yang mengakhiri asa Sabah.

MU, di sisi lain, tampil sangat klinis tanpa ampun. Tiga gol bersarang di gawang Sabah pada babak pertama. Berikut adalah proses hancurnya mental pertahanan tim tamu:

  • Gol Matheus Cunha: Berawal dari kejelian Bruno Fernandes mengejar bola “mati”, kelengahan Sabah dimanfaatkan lewat umpan cepat ke kiri. Patrick Dorgu mengirim umpan silang akurat yang diselesaikan dengan dingin oleh Cunha.
  • Sihir Bruno Fernandes: Jelang turun minum, Fernandes memamerkan penyelesaian akhir yang tenang memanfaatkan bola sodoran hasil akselerasi Youri Tielemans.
  • Kecepatan Benjamin Sesko: Tak lama berselang, umpan satu sentuhan Fernandes membelah garis pertahanan Sabah yang terlalu tinggi (high line). Sesko berlari bebas, melewati kiper, dan mencetak gol ketiga.
Baca juga :  Prediksi Manchester United vs Brentford: Setan Merah Incar Tiket Liga Champions!

Hapus Memori Kelam Era Ten Hag, Fokus Hancurkan Tetangga Bising

Bagi publik Old Trafford, penampilan meyakinkan ini bak angin segar setelah memori kelam Liga Champions musim 2023-24 di era Erik ten Hag. Kala itu, MU menjadi juru kunci grup dengan pertahanan yang konyol dan mentalitas mudah panik saat sedang unggul.

Michael Carrick memastikan penyakit itu tidak kumat. Sang manajer tak mau mengambil risiko dengan tetap menurunkan susunan pemain inti yang kuat, sekalian mematangkan ritme duet Youri Tielemans dan Kobbie Mainoo di lini tengah sebelum menghadapi Man City.

Dominasi berlanjut di babak kedua. Keunggulan mutlak membuat Carrick nyaman melakukan rotasi demi menjaga kebugaran jelang derby. Mason Mount bahkan akhirnya mencatatkan menit bermain pertamanya musim ini.

Pesta gol MU ditutup dengan cara yang menggambarkan kepanikan lini belakang Sabah. Bola pantulan backheel Joshua Zirkzee membentur bek Aden McCarthy, membuat kiper Stas Pokatilov kehilangan arah, dan memberikan Lisandro Martínez peluang mencetak gol tap-in termudah dalam kariernya.

Baca juga :  Prediksi Tottenham vs Dortmund: Thomas Frank di Ujung Tanduk

Seusai laga, Michael Carrick tak bisa menutupi kepuasannya, baik terkait comeback pemainnya maupun performa tim secara keseluruhan.

“Sangat luar biasa bisa melihat Mason kembali ke lapangan,” ucap Carrick memuji kembalinya sang gelandang.

“Kami selalu berusaha memberikan yang lebih. Secara hasil, ini (awal musim) memang bukan yang kami inginkan, tetapi secara performa ada banyak hal yang memang kami cari. Catatan nirbobol malam ini sangat penting. Secara kolektif sebagai tim, kami telah melakukan banyak hal baik dan itulah sebabnya kami antusias menatap apa yang bisa diraih musim ini,” tegas sang juru taktik.

Tugas di Eropa telah diselesaikan dengan rapi. Dongeng Sabah sudah dikubur dalam-dalam. Kini, seluruh mata di Old Trafford tertuju pada satu misi: membungkam The Citizens.