Kadin Nilai Realitis Target Pertumbuhan Ekonomi Bali 5,6-6,4 Persen Tahun 2027
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Bali menilai realitis angka pertumbuhan ekonomi Bali berkisar 5,6-6,4 persen sebagaimana dipaparkan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2027.
Ketua Kadin Bali Made Ariandi mengatakan angka pertumbuhan ekonomi tersebut sangat rasional dicapai seiring dengan pembenahan infrastruktur yang dapat menarik wisatawan dan sejumlah event kegiatan ke Bali.
“Kita sangat optimis dan itu angka yang rasional untuk mencapai 6,4 bahkan, atau jika meleset bisa 6,1,” terangnya, Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, salah satu modal penting untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sektor pariwisata yang masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data kunjungan wisatawan mancanegara, jumlah kunjungan ke Bali sepanjang Januari-Juli 2026 telah mencapai 3.923.824 orang.
Made Ariandi mengatakan geliat ekonomi juga terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan, terutama saat momentum libur panjang. Selain pariwisata, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai mulai menunjukkan perkembangan.
“Tren pertumbuhannya sudah mulai kelihatan. Kemacetan sudah mulai diurai, direkayasa, dan pertumbuhan UMKM sudah mulai bergeliat,” ujarnya.
Ia menilai pembenahan persoalan yang selama ini menjadi hambatan ekonomi Bali menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan pada tahun depan.
Persoalan kemacetan dan sampah, menurut dia, mulai mendapat penanganan dari pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya.
Di sisi lain, Bali juga memiliki peluang dari penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional serta meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan pergerakan wisatawan.
“Optimisme itu harus dibarengi dengan kinerja tim. Soliditas antarpemangku kepentingan, pemerintah daerah, perbankan, dan pertumbuhan UMKM harus terus dibangun,” katanya.
Lebih jauh, Made Ariandi mengatakan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 2027, Kadin Bali akan memperkuat pendampingan terhadap UMKM, mendorong pemerataan investasi, serta membantu pelaku usaha mendapatkan akses permodalan.
Meski demikian, Made Ariandi mengakui terdapat sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi tidak tercapainya target pertumbuhan itu antara lain kondisi ekonomi global, bencana alam dan cuaca ekstrem.
Gubernur Bali Wayan Koster membeberkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Bali 2027. Dalam rancangan tersebut, pemerintah provinsi menargetkan pertumbuhan ekonomi Bali berada pada kisaran 5,6-6,4 persen.
Paparan tersebut disampaikan Koster kepada Anggota DPRD Bali dalam Sidang Paripurna, Senin (7/9/2026).
Untuk menopang pertumbuhan tersebut, pemprov menyusun belanja daerah sebesar sekitar Rp6,1 triliun. Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sekitar Rp4,8 triliun yang mencakup belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, serta hibah.
Kemudian belanja modal direncanakan lebih dari Rp337 miliar. Belanja tersebut mencakup belanja modal tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan dan irigasi, serta aset lainnya.
Selain itu, belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp150 miliar. Sementara belanja transfer direncanakan sekitar Rp85,5 miliar yang terdiri atas belanja bagi hasil dan bantuan keuangan.
Dari sisi fiskal, pendapatan daerah dalam RAPBD Bali 2027 direncanakan mencapai lebih dari Rp5,7 triliun. Pendapatan tersebut antara lain bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang direncanakan sekitar Rp4,5 triliun.
PAD tersebut meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
Sementara pendapatan transfer direncanakan lebih dari Rp1,14 triliun. Angka tersebut merupakan pendapatan transfer dari pemerintah pusat, dana bagi hasil (DBH) dan dana alokasi khusus (DAK). Adapun lain-lain pendapatan yang sah direncanakan meningkat dibandingkan 2026.
Dengan komposisi tersebut, APBD Bali 2027 diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp475 miliar atau sekitar 8,23 persen.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan