DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Calon Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharm, I Wayan Suadi Putra menyiapkan sejumlah langkah apabila dipercaya memimpin perusahaan daerah tersebut.

Rencana itu dituangkan dalam program jangka pendek, menengah, dan panjang yang berfokus pada pembenahan manajemen, peningkatan kualitas infrastruktur pasar, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan baru guna meningkatkan daya saing pasar tradisional di Kota Denpasar.

Dalam enam bulan pertama, Suadi mengatakan dirinya akan fokus melakukan pembenahan internal, terutama pada aspek manajemen dan sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, kebijakan moratorium penerimaan pegawai yang telah dilakukan pimpinan sebelumnya, mengharuskan perusahaan memaksimalkan pegawai yang ada melalui penataan ulang penempatan personel di seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Sewakadharma.

“Selama enam bulan pertama kami fokus membenahi internal. Karena tidak bisa lagi merekrut pegawai baru, maka SDM yang ada harus dimaksimalkan agar penyebarannya di 16 pasar lebih efektif,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Selain penataan SDM, Suadi juga akan mematangkan penerapan sistem e-Kinerja. Sistem tersebut katanya akan menjadi instrumen penilaian kinerja pegawai sekaligus meningkatkan profesionalisme pelayanan.

Di samping pembenahan internal, dalam jangka pendek juga Suadi akan fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur pasar. Menurut Suadi, kondisi fisik pasar menjadi faktor penting untuk menarik minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional.

Ia menilai masih banyak pasar di Denpasar yang menghadapi persoalan kebersihan, kondisi becek, serta fasilitas yang kurang nyaman. Karena itu, perbaikan toilet, saluran drainase, hingga penataan area pasar menjadi prioritas jangka pendek dirinya.

Baca juga :  Seleksi Rampung, Tiga Calon Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharma Masuk Tahap Penetapan

“Pasar harus nyaman agar masyarakat mau datang. Perbaikan fasilitas dasar seperti toilet, kebersihan, dan area yang masih kumuh menjadi prioritas,” ungkapnya.

Sementara itu, rencana jangka menengah akan difokuskan pada revitalisasi tampilan sejumlah pasar tradisional agar lebih menarik dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.

Ia menilai hampir seluruh pasar tradisional di Kota Denpasar memiliki lokasi yang strategis. Namun, keberadaannya kini diapit berbagai pusat ritel modern.

Misalnya Pasar Sanglah yang berdampingan dengan Tiara Dewata dan Alfamart, Pasar Ketapian berdekatan dengan Bintang Supermarket, hingga Pasar Badung dan Kumbasari yang berdekatan dengan Grand Lucky dan Tiara Dewata.

“Persaingan tersebut membuat pasar tradisional harus tampil lebih menarik, baik dari sisi bangunan maupun kenyamanan,” terangnya.

Sementara dalam jangka panjang, Suadi menargetkan revitalisasi Pasar Cokroaminoto dengan konsep yang lebih modern. Ia mengusulkan agar bangunan pasar dibuat lebih terbuka dengan area perdagangan berada di lantai dasar seperti ritel modern.

Suadi mengatakan, pembangunan pasar cokroaminoto nantinya diharapkan dapat dilakukan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga dibandingkan mengandalkan penyertaan modal pemerintah.

Selain revitalisasi fisik, Suadi juga menyiapkan diversifikasi usaha sebagai sumber pendapatan baru bagi Perumda Pasar Sewakadharma.

Salah satunya melalui pemanfaatan aset pasar sebagai lokasi virtual office dan co-working space yang dinilai memiliki prospek seiring perkembangan ekonomi digital.

Baca juga :  Seleksi Rampung, Tiga Calon Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharma Masuk Tahap Penetapan

“Pasar kita berada di lokasi strategis. Potensi itu harus dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha-usaha baru yang berbasis digital sehingga tidak hanya bergantung pada pendapatan dari retribusi pasar,” ujarnya.

Di sisi lain, Suadi juga ingin menghidupkan kembali aktivitas pasar melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN).

Di antaranya program Jumat Pasar, pasar organik, Sunday Market, hingga berbagai kegiatan olahraga dan hiburan yang dipusatkan di kawasan pasar tradisional.

Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar ikut berkontribusi menghidupkan pasar dengan mendorong ASN berbelanja di pasar tradisional.

“Kalau seluruh ASN rutin berbelanja di pasar tradisional, tentu akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi pedagang. Pasar harus kita hidupkan bersama,” katanya.

Proses Seleksi Dirut Perumda Pasar

Adapun proses seleksi calon Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharma telah rampung. Tiga nama yang lolos seluruh tahapan uji kelayakan dan kepatutan kini telah diserahkan kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, untuk ditetapkan sebagai direktur utama definitif.

Tiga nama yang lolos yaitu mantan Ketua Komisi III DPRD Denpasar I Wayan Suadi Putra, Kepala Bagian Teknik Perumda Sewakadharma I Kadek Hendarto, dan Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perumda Dewakadharma I Ketut Hadiyasa.

Baca juga :  Seleksi Rampung, Tiga Calon Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharma Masuk Tahap Penetapan

“Dari tiga itu. Dua berasal dari internal Perumda dan satu dari eksternal,” terang Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Senin (13/07/2026).

Agus Jayadi mengatakan seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 18 Tahun 2020 tentang tata cara pengangkatan direksi perusahaan umum daerah.

“Pak Wali membentuk Panitia Seleksi dan Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Pansel bertugas pada ranah administrasi, sedangkan UKK melakukan uji kelayakan dan kepatutan para peserta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses seleksi diawali dengan penyusunan tahapan dan jadwal, kemudian pengumuman pendaftaran melalui laman resmi Perumda Pasar Sewakadharma serta papan pengumuman di Sekretariat Daerah Kota Denpasar.

Ia mengatakan setelah masa pendaftaran berakhir, panitia melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh pelamar.

Dari enam orang yang mendaftar, Agus Jayadi mengatakan hanya tiga peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Sementara tiga peserta lainnya tidak memenuhi persyaratan pengalaman manajerial sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.

“Tiga peserta yang lolos kemudian mengikuti seluruh tahapan UKK, mulai dari tes tertulis, penulisan makalah, presentasi, wawancara hingga tes psikologi,” katanya.

Dari hasil tes UKK, terdapat tiga nama calon telah disetorkan kepada Jaya Negara untuk ditetapkan sebagai Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharma.

“Dokumennya sudah kami serahkan. Sekarang tinggal menunggu penetapan dari KPM,” ujarnya.

Reporter: Agus Pebriana