DIKSIMERDEKA.COM LONDON – Ruang ganti Inggris seharusnya dipenuhi euforia setelah memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026. Namun suasana justru memanas. Bukan karena lawan, melainkan komentar pelatih Thomas Tuchel yang secara terbuka menyebut kemenangan timnya atas Norwegia lebih banyak ditentukan oleh keberuntungan daripada kualitas permainan. Pernyataan itu langsung memantik respons dingin dari sang pahlawan kemenangan, Jude Bellingham.

Bellingham yang mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia tampak tidak sependapat dengan penilaian pelatihnya. Gelandang Real Madrid itu memilih membela rekan-rekannya yang telah menguras tenaga sepanjang pertandingan.

“Ya, ya sudahlah. Terserah,” ujar Bellingham singkat ketika dimintai tanggapan mengenai kritik Tuchel usai pertandingan.

Menurut Bellingham, banyak pihak tidak memahami betapa beratnya menghadapi Norwegia yang diperkuat pemain-pemain kelas dunia seperti Erling Haaland, Martin Ødegaard, Antonio Nusa, hingga Alexander Sørloth.

“Bermain dalam kondisi seperti itu sangat sulit. Menghadapi Haaland, Ødegaard, Nusa, dan Sørloth bukan perkara mudah. Semua pemain sudah bekerja luar biasa. Kami bertarung habis-habisan,” katanya.

Bellingham menegaskan kemenangan tidak selalu diraih lewat permainan indah dengan ribuan operan.

Baca juga :  Maroko Udah Nahan Mati-matian, Tapi Mbappe Tetap Bikin Gol Gokil

“Anda tidak bisa selalu menang dengan memainkan bola cantik dan membuat seribu operan. Kadang Anda harus menang dengan cara yang keras dan kotor. Itulah yang kami lakukan malam ini,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Inggris memang beruntung seperti yang dikatakan Tuchel, Bellingham hanya tersenyum tipis sebelum menjawab singkat, “No comment.”

Tuchel: Kami Menang, Tapi Bermain Buruk

Meski membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2018, Thomas Tuchel sama sekali tidak puas dengan penampilan anak asuhnya.

Pelatih asal Jerman itu menilai Inggris terlalu sering melakukan kesalahan mendasar sepanjang pertandingan.

“Hasilnya memang luar biasa karena kami lolos ke empat besar. Tapi saya tidak senang dengan performa kami. Kami ceroboh, terlalu banyak melakukan kesalahan teknis, permainan terlalu lambat dan membuat hidup kami sendiri menjadi sulit. Hari ini kami beruntung,” kata Tuchel.

Menurutnya, Inggris masih jauh dari level permainan yang diharapkan jika ingin menjadi juara dunia.

Baca juga :  Jerman vs Paraguay 1-1 (3-4): Drama Adu Penalti, Tim Panser Tersingkir!

Gol Kontroversial dan Mental Baja Bellingham

Bellingham menjadi aktor utama kebangkitan Inggris setelah Andreas Schjelderup membawa Norwegia unggul lebih dulu. Gol penyeimbang yang dicetak Bellingham sempat memicu kontroversi karena kubu Norwegia mengklaim bola lebih dulu menyentuh kabel kamera di atas lapangan sebelum proses gol terjadi.

Namun FIFA menyatakan sensor di dalam bola tidak menemukan bukti adanya sentuhan tersebut sehingga gol tetap disahkan.

Puncak penampilan Bellingham terjadi pada babak tambahan. Ia memanfaatkan kesalahan fatal kiper Ørjan Nyland untuk mencetak gol kemenangan sekaligus mengirim Inggris ke semifinal.

Gol tersebut menjadi gol keenam Bellingham di Piala Dunia 2026. Ia kini hanya tertinggal dua gol dari Lionel Messi dan Kylian Mbappé dalam perebutan gelar top skor turnamen.

Kane: Kritik Tuchel Justru Jadi Cambuk

Kapten Inggris Harry Kane memahami mengapa Tuchel memilih mengkritik timnya meski berhasil lolos.

Menurut penyerang Bayern Munchen itu, sang pelatih ingin para pemain tidak cepat puas.

“Di ruang ganti dia mengucapkan selamat kepada semua pemain. Kami harus menikmati kemenangan ini, tetapi dia juga tahu kami masih bisa bermain jauh lebih baik. Saya pikir itu hal yang positif,” kata Kane.

Baca juga :  Hossam Hassan: FIFA Ingin Messi Tetap di Piala Dunia usai Argentina Singkirkan Mesir

Ia menilai Inggris masih memiliki ruang besar untuk berkembang menjelang laga semifinal.

Tuchel Bantah Berselisih dengan Pemain

Menyadari komentarnya memicu spekulasi, Tuchel langsung menepis anggapan adanya keretakan dengan skuadnya.

“Saya sangat menghargai kerja keras mereka. Mereka sudah mengatasi situasi sulit dan pantas mendapat pujian. Tetapi saya juga seorang pelatih sepak bola dan saya tahu kami masih bisa bermain lebih baik,” ujarnya.

Tuchel menegaskan hubungannya dengan para pemain tetap harmonis.

“Tidak ada masalah. Tidak ada jarak antara saya dan tim. Sama sekali tidak. Saya mencintai para pemain saya sepenuh hati.”

Dengan kemenangan atas Norwegia, Inggris kini bersiap menghadapi Argentina di semifinal. Laga tersebut dipastikan menjadi panggung duel dua bintang muda dunia, Jude Bellingham dan Lionel Messi, yang sama-sama sedang memimpin timnya memburu tiket menuju final Piala Dunia 2026.