DIKSIMERDEKA.COM NEW JERSEY – Laga Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026 menghadirkan dua wajah berbeda dari Les Bleus. Sempat tampil kurang meyakinkan pada babak pertama, tim asuhan Didier Deschamps bangkit pada paruh kedua untuk menundukkan Senegal 3-1 dalam laga pembuka Grup I.

Sorotan utama tentu tertuju kepada Kylian Mbappe. Kapten Prancis itu mencetak dua gol dan mengukir sejarah baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Prancis dengan koleksi 58 gol, melewati rekor yang sebelumnya dipegang Olivier Giroud.

Selain Mbappe, Michael Olise juga tampil luar biasa. Perubahan posisi yang dilakukan Didier Deschamps menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Senegal Sempat Merepotkan Les Bleus

Meski berstatus favorit juara dunia, Prancis tidak langsung mendominasi pertandingan.

Justru Senegal yang tampil lebih berani pada babak pertama. Sadio Mane dan Ismaila Sarr beberapa kali menciptakan ancaman serius ke pertahanan Les Bleus.

Mike Maignan bahkan harus melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Mane. Sementara itu, Ismaila Sarr membuang kesempatan emas dari jarak dekat yang seharusnya bisa membawa Senegal unggul.

Pelatih Senegal, Pape Thiaw, mengakui timnya kehilangan momentum penting pada babak pertama.

“Jika kami lebih efektif pada babak pertama, kami bisa saja unggul satu atau dua gol,” kata Thiaw.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Senegal memang tampil cukup baik sebelum Prancis meningkatkan level permainan mereka.

Baca juga :  Prediksi Belgia vs Mesir: 3 Alasan Salah Bisa Gagalkan Belgia

Perubahan Posisi Olise Jadi Titik Balik

Memasuki babak kedua, Deschamps mengambil keputusan penting.

Michael Olise yang sebelumnya bermain lebih melebar dipindahkan ke area tengah lapangan. Keputusan itu terbukti sangat efektif.

“Saya pikir itu akan memberi kami lebih banyak koneksi permainan. Semakin sering Michael menyentuh bola, semakin berbahaya tim kami,” ujar Deschamps.

Olise mulai menjadi pusat kreativitas serangan Prancis. Aliran bola menjadi lebih lancar dan pertahanan Senegal mulai kesulitan mengantisipasi pergerakan para pemain Les Bleus.

Mbappe Pecahkan Rekor Bersejarah

Dominasi Prancis akhirnya berbuah hasil setelah Olise mengirim umpan terobosan brilian kepada Mbappe.

Penyerang Real Madrid tersebut bergerak cepat, mengalahkan para bek Senegal, lalu menyelesaikan peluang dengan tenang untuk membawa Prancis unggul.

Gol itu menjadi pembuka malam bersejarah Mbappe.

Menjelang akhir pertandingan, Mbappe kembali mencetak gol lewat tendangan melengkung yang gagal diantisipasi Edouard Mendy. Gol tersebut memastikan kemenangan Prancis sekaligus mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus.

“Jika dia ingin bermain biasa saja di babak pertama lalu mencetak dua gol di babak kedua, saya tidak masalah,” ujar Deschamps sambil bercanda.

Barcola dan Mbaye Ikut Warnai Pertandingan

Prancis sempat memperlebar keunggulan melalui Bradley Barcola.

Baca juga :  Novita Hardini: Gaung Piala Dunia 2026 Masih Minim

Pemain yang masuk dari bangku cadangan itu memanfaatkan umpan matang Adrien Rabiot sebelum menaklukkan Mendy untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Namun Senegal tidak menyerah.

Ibrahim Mbaye yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras yang menembus gawang Maignan pada masa injury time.

Sayangnya bagi Senegal, harapan bangkit itu hanya berlangsung singkat karena Mbappe kembali mencetak gol beberapa menit kemudian.

Analisis Statistik: Prancis Menang karena Efektivitas

Foto statistik pertandingan memperlihatkan fakta menarik.

Penguasaan bola berlangsung sangat seimbang, dengan kedua tim sama-sama mencatat 50 persen. Namun perbedaan kualitas terlihat jelas pada efektivitas serangan.

Prancis menghasilkan 11 percobaan tembakan dengan delapan di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Senegal hanya mampu mencatat lima percobaan tembakan dan dua yang mengarah ke gawang.

Selain itu, Les Bleus juga unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan enam berbanding empat.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa Prancis jauh lebih tajam ketika memasuki area berbahaya lawan. Setiap serangan yang dibangun memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan Senegal.

Foto Statistik Membuktikan Dominasi Babak Kedua

Jika melihat data pertandingan pada foto statistik, terlihat jelas bahwa skor 3-1 lahir bukan karena dominasi penguasaan bola, melainkan kualitas penyelesaian akhir.

Baca juga :  Prediksi Skor Argentina vs Aljazair Piala Dunia 2026

Pada babak pertama Senegal masih mampu mengimbangi permainan. Namun setelah Olise bermain lebih sentral, produktivitas serangan Prancis meningkat drastis.

Delapan tembakan tepat sasaran dari total 11 percobaan menjadi bukti betapa efektifnya lini depan Les Bleus. Sementara Senegal gagal memaksimalkan peluang yang mereka miliki ketika pertandingan masih berjalan seimbang.

Data ini sekaligus menjelaskan mengapa Prancis mampu mengubah laga yang semula ketat menjadi kemenangan yang relatif nyaman.

Prancis Kirim Pesan kepada Para Rival

Hasil Prancis vs Senegal menjadi sinyal kuat bagi para pesaing di Grup I.

Meski tidak tampil sempurna sepanjang pertandingan, Les Bleus menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan level permainan ketika dibutuhkan. Dengan Mbappe yang sedang berada dalam performa terbaik dan Olise yang semakin matang sebagai kreator serangan, Prancis kembali menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat juara dunia.

Bagi Senegal, kekalahan ini memang mengecewakan. Namun performa mereka pada babak pertama menunjukkan bahwa peluang lolos ke fase gugur masih terbuka lebar jika mampu tampil lebih efektif pada dua pertandingan berikutnya.