Aliansi BEM Bersatu Curiga Ada Penumpang Gelap di Aksi Mahasiswa
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Aliansi BEM Bersatu menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Mereka menegaskan gerakan mahasiswa harus tetap independen dan menjadi suara rakyat, bukan alat kepentingan elite politik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus, menyikapi dinamika aksi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Aliansi BEM Bersatu mengatakan pihaknya menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan mulai kehilangan arah karena minim kajian, lemahnya argumentasi, dan tidak jelasnya substansi tuntutan yang diperjuangkan.

“Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah catatan yang menjadi perhatian Aliansi BEM Bersatu . Salah satunya terkait prioritas isu yang diangkat dalam aksi mahasiswa di tengah berbagai kebutuhan mendasar masyarakat.
Mereka menilai perhatian publik justru tersedot pada isu-isu yang dianggap bukan menjadi kebutuhan paling mendesak. Di sisi lain, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan.
Meski demikian, BEM Fakultas Bersatu menegaskan bahwa perbaikan tata kelola program MBG tetap diperlukan agar pelaksanaannya berjalan transparan dan akuntabel.
Selain itu, mereka juga menyoroti dugaan keterlibatan aktor politik dalam sejumlah aksi mahasiswa. Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi BEM Bersatu mengaku mencermati adanya indikasi kedekatan sejumlah pihak yang terlibat dalam aksi dengan jaringan politik tertentu.
Karena itu, mereka meminta seluruh elemen mahasiswa tetap menjaga independensi gerakan dan tidak membiarkan perjuangan mahasiswa dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.
BEM Fakultas Bersatu juga menolak narasi krisis yang dinilai tidak didasarkan pada data yang utuh. Menurut mereka, narasi semacam itu berpotensi mengalihkan perhatian publik dari agenda penting lainnya, termasuk upaya pemberantasan korupsi yang sedang berjalan.
Mereka turut menyesalkan adanya dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar sebagaimana yang sebelumnya telah diklarifikasi oleh sejumlah organisasi mahasiswa di beberapa kampus.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM Fakultas Bersatu menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, maupun segala bentuk intervensi politik praktis.
Kedua, mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan adanya perbaikan tata kelola agar program tersebut tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketiga, mendukung pengusutan tuntas kasus korupsi tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk mengawal proses penegakan hukum secara kritis dan objektif.
“BEM Fakultas Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elite politik,” tegasnya.
Konferensi pers ditutup dengan seruan agar mahasiswa tetap menjaga idealisme perjuangan serta memastikan setiap gerakan yang dilakukan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Aliansi BEM Bersatu menilai gerakan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap aksi yang dilakukan mahasiswa harus tetap berlandaskan kajian ilmiah, data yang valid, dan kepentingan masyarakat luas. Mereka mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu yang berpotensi mengaburkan substansi perjuangan.
Menurut Aliansi BEM Bersatu, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang harus dijaga. Namun, kebebasan tersebut juga harus diiringi tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan disinformasi maupun polarisasi di tengah masyarakat. Gerakan mahasiswa diharapkan tetap menjadi ruang kritis yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
Selain itu, mereka mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk terus mengawal berbagai program strategis pemerintah secara objektif dan konstruktif. Pengawasan terhadap kebijakan publik dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada saat yang sama, mahasiswa juga didorong untuk tetap mendukung upaya pemberantasan korupsi serta penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.
Aliansi BEM Bersatu juga mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Menurut mereka, kritik terhadap kebijakan pemerintah harus tetap disampaikan secara objektif, berbasis data, dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas agar kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan