678 Kasus HIV Baru Ditemukan di Bali Hingga April 2026, Denpasar Tertinggi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Anak Agung Patria Nugraha mengungkapkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sejak Januari hingga April 2026 telah ditemukan sebanyak 678 kasus baru HIV di Bali.
Dari jumlah tersebut, Kota Denpasar menjadi daerah dengan kasus tertinggi, disusul Kabupaten Badung dan Kabupaten Buleleng. Rincianya yaitu Kota Denpasar (274 kasus), Kabupaten Badung (157 kasus), dan Kabupaten Buleleng (97 kasus).
“Sebelum tahun 2000 epidemi HIV di Bali bergerak lambat. Sejak 2003 hingga sekarang terjadi peningkatan tajam melalui hubungan seksual, yang terkonsentrasi pada kelompok populasi kunci,” ujar Patria Nugraha dalam Rapat Koordinasi Konselor HIV/AIDS Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penyebaran kasus HIV kini telah ditemukan di seluruh kabupaten dan kota di Bali sehingga diperlukan penguatan layanan konseling, deteksi dini, dan edukasi masyarakat.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, menjelaskan Bali masih berada dalam kategori epidemi HIV terkonsentrasi pada populasi kunci.
Namun apabila upaya pencegahan dan penanganan tidak diperkuat, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi epidemi yang lebih luas di masyarakat.
“HIV bukan hanya penyakit menular. Dampaknya juga menyentuh aspek sosial, budaya, ekonomi, pendidikan hingga keamanan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anom menekankan pentingnya layanan konseling dan tes HIV yang profesional, ramah, serta bebas stigma.
Menurutnya, stigma terhadap ODHIV masih menjadi salah satu hambatan utama dalam menemukan kasus dan mendorong masyarakat melakukan tes HIV secara sukarela.
“Stigma membuat penemuan kasus menjadi sulit. Padahal ODHIV yang viral load-nya tersupresi tidak menularkan virus dan dapat menjalani kehidupan normal seperti penderita hipertensi maupun diabetes,” ujarnya.
Ia berharap konselor dari wilayah dengan jumlah kasus tinggi seperti Denpasar, Badung, dan Buleleng dapat berbagi pengalaman serta strategi penemuan kasus dan edukasi kepada daerah lainnya di Bali.
Sementara itu, Patria Nugraha menjelaskan bahwa Pertemuan Koordinasi Konselor HIV/AIDS Tahun 2026 memiliki empat agenda utama, yakni:
Penyegaran materi dan peningkatan kapasitas konselor, memperkuat jejaring serta sistem rujukan antar layanan.
Selanjutnya, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, dan berbagi pengalaman dan praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas layanan VCT dan PITC.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan