DIKSIMERDEKA.COM CAPE VERDE — Upaya evakuasi darurat dilakukan terhadap dua orang di kapal pesiar MV Hondius setelah dugaan wabah hantavirus menewaskan tiga penumpang dan membuat sejumlah lainnya jatuh sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) , menyatakan hingga 4 Mei 2026 terdapat tujuh kasus hantavirus di kapal tersebut.

“Per 4 Mei 2026, tujuh kasus (dua kasus hantavirus yang terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek) telah diidentifikasi, termasuk tiga kematian, satu pasien dalam kondisi kritis, dan tiga individu dengan gejala ringan,” ujar WHO.

Kapal MV Hondius yang membawa 149 penumpang dari 23 negara kini masih tertahan di lepas pantai Cape Verde. Para penumpang menjalani isolasi ketat di dalam kapal, sementara protokol kesehatan dan pemantauan medis terus diberlakukan.

Baca juga :  Bikin Si Miskin Makin Miskin, WHO Tak Lagi Anjurkan "Lockdown"

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan langkah-langkah darurat telah diterapkan.

“Langkah-langkah pencegahan ketat sedang diterapkan di atas kapal, termasuk isolasi, protokol kebersihan, dan pemantauan medis,” kata pihak operator.

Seorang penumpang asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, menggambarkan situasi penuh ketidakpastian.

“Kami bukan sekadar berita utama. Kami adalah manusia—orang-orang dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah. Ada begitu banyak ketidakpastian, dan itu yang paling sulit,” ujarnya.

Sejauh ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Seorang turis asal Inggris berusia 69 tahun juga dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirawat di Afrika Selatan.

Baca juga :  WHO Tak Lagi Anjurkan Lockdown, Trump: Mereka Mengakui bahwa Saya Benar

Hantavirus merupakan virus langka yang umumnya ditularkan melalui urin atau kotoran hewan pengerat. Infeksi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga kematian.

Otoritas Cape Verde menolak permintaan kapal untuk bersandar demi melindungi kesehatan warganya. Sebagai gantinya, koordinasi dilakukan dengan sejumlah negara untuk evakuasi medis melalui jalur udara.

Operator kapal menyatakan proses pemulangan korban dan pasien masih bergantung pada berbagai faktor.

“Pemulangan ini bergantung pada banyak faktor, termasuk izin dan dukungan dari otoritas kesehatan Cape Verde untuk memindahkan individu yang membutuhkan perawatan medis dari MV Hondius,” kata perusahaan.

Baca juga :  Argentina Selidiki Asal Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Sementara itu, sumber infeksi masih diselidiki.

“Anda bisa membayangkan, misalnya, bahwa tikus di kapal menularkan virus tersebut. Namun kemungkinan lain adalah, saat kapal singgah di Amerika Selatan, orang-orang terinfeksi dan kemudian jatuh sakit. Semua itu masih perlu diselidiki,” ujar perwakilan otoritas kesehatan, tulis WHO, Selasa (5/5/2026).

WHO menegaskan risiko penyebaran ke masyarakat luas masih rendah dan belum diperlukan pembatasan perjalanan.

Kasus ini menyoroti risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, sekaligus pentingnya respons cepat dalam menghadapi potensi wabah global.