DIKSIMERDEKA.COM BOGOR-Ancaman El Nino 2026 bukan hanya soal kemarau panjang. Di balik itu, ada bahaya yang sering luput: ledakan hama yang bisa meluluhlantakkan sawah dalam hitungan hari. Namun, di tengah ancaman besar itu, akademisi IPB University justru menawarkan solusi sederhana.murah, tapi berdampak besar.


🌾 El Nino Picu Ledakan Hama, Petani Harus Waspada

Fenomena yang dijuluki “Godzilla El Nino” diprediksi berlangsung panjang. Dampaknya tidak hanya menekan produksi pangan, tetapi juga mempercepat perkembangan organisme pengganggu tumbuhan.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Hermanu Triwidodo, menegaskan bahwa kondisi ini harus dihadapi dengan langkah cepat dan tepat.

“El Nino biasanya diikuti serangan hama yang berat. Kalau tidak diantisipasi sejak awal, dampaknya bisa luas,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, gerakan massal menjadi kunci.

Baca juga :  BRIN Ungkap Fakta Mengejutkan, Kemarau 2026 Bikin Laut Subur, Ikan Diprediksi Melimpah

Penggerek dan Wereng, Ancaman Nyata di Sawah

Dalam kondisi kering, hama seperti penggerek batang padi dan wereng batang cokelat mulai meningkat.

Bahkan, wereng bisa menjadi ancaman paling mematikan. Serangannya tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga membawa virus yang membuat padi gagal panen total.

Dengan kata lain, ancaman ini bukan sekadar penurunan hasil—melainkan potensi kehancuran produksi.


Solusi Sederhana: Mulai dari Persemaian

Di tengah ancaman besar itu, solusi yang ditawarkan justru sangat sederhana.

Pendekatan preemtif yakni pencegahan sejak awal menjadi strategi utama. Salah satu langkah efektif adalah mengumpulkan kelompok telur hama sejak fase persemaian.

Menariknya, metode ini tidak membutuhkan teknologi canggih.

“Bisa pakai botol bekas air mineral. Praktis dan bisa dilakukan siapa saja,” jelas Prof Hermanu.

Langkah kecil ini ternyata mampu menekan populasi hama secara signifikan sebelum berkembang luas.

Baca juga :  Dekan Fema IPB: 80 Persen Warga Melek Internet, Tapi Konsumen E-Commerce Masih Jadi Korban!

💸 Murah, Tapi Dampaknya Besar

Pendekatan ini bukan hanya efektif, tetapi juga sangat ekonomis.

Satu kelompok telur hama bisa berkembang menjadi ancaman besar bagi tanaman. Dengan memusnahkannya sejak awal, petani bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar.

Artinya, tindakan sederhana di awal musim tanam bisa menyelamatkan hasil panen secara keseluruhan.


👨‍🌾 Libatkan Masyarakat, Edukasi Generasi Muda

Menariknya, pendekatan ini juga membuka peluang partisipasi luas.

Pengumpulan telur hama bisa dijadikan kegiatan bersama, bahkan melibatkan pelajar. Selain membantu petani, langkah ini juga menjadi sarana edukasi pertanian sejak dini.

Baca juga :  IPB Ciptakan Teknologi EC+ untuk Olah Limbah Sawit, Air Bisa Digunakan Kembali

Dengan demikian, solusi ini tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda.


🔍 Analisis: Kunci Ada di Pencegahan, Bukan Reaksi

Selama ini, banyak petani baru bertindak setelah hama menyerang. Padahal, pendekatan seperti itu sering terlambat.

Dalam konteks El Nino 2026, strategi preemtif menjadi jauh lebih penting.

Jika populasi hama bisa ditekan sejak awal, maka keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Selain itu, penggunaan insektisida juga bisa dikurangi.


🔮 Kesimpulan: Langkah Kecil, Dampak Besar

Ancaman El Nino 2026 memang tidak bisa terhindarkan. Namun kita bisa menekan dampaknya.

Kuncinya sederhana: bertindak sebelum terlambat.

Jika petani mampu mengendalikan hama sejak awal, maka risiko ledakan besar bisa tercegah dan ketahanan pangan tetap terjaga.