DIKSIMERDEKA.COM, NOTTINGHAM– Perburuan gelar Premier League mulai memanas, dan kali ini Manchester City yang lebih dulu terpeleset.

Tim asuhan Pep Guardiola harus puas bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest, meski dua kali memimpin pertandingan. Hasil ini membuat City kini tertinggal tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen.

Padahal secara statistik, City benar-benar mendominasi pertandingan. Mereka menguasai 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 21 tembakan ke gawang Forest.

Namun dominasi itu tidak cukup. City kembali kehilangan poin dari posisi unggul—sebuah masalah yang bisa menjadi penentu dalam perburuan gelar musim ini.


City Dua Kali Unggul, Tapi Selalu Disamakan

Manchester City membuka keunggulan lewat Antoine Semenyo, rekrutan Januari yang langsung tampil tajam sejak bergabung dari Bournemouth.

Gol tersebut menjadi gol ketujuh Semenyo bersama City dan membawa tim tamu unggul 1-0 saat jeda.

Namun setelah babak kedua dimulai, Nottingham Forest bangkit.

Morgan Gibbs-White mencetak gol penyeimbang lewat aksi backheel yang cerdik. City sempat kembali unggul melalui Rodri, tetapi Forest sekali lagi menyamakan skor melalui tendangan melengkung spektakuler Elliot Anderson.

Baca juga :  Prediksi Brighton vs Chelsea: The Blues Krisis, Seagulls Siap Menyengat di Amex

Skor 2-2 bertahan hingga akhir laga.

Raut wajah para pemain City saat peluit panjang berbunyi langsung menggambarkan betapa mahalnya dua poin yang hilang.


Guardiola: Kami Bermain Bagus, Tapi Tetap Gagal Menang

Pep Guardiola mengaku timnya sebenarnya bermain cukup baik sepanjang pertandingan.

“Memang banyak poin yang hilang, tetapi ada pertandingan di mana kami tidak pantas mendapatkannya. Hari ini secara umum kami bermain bagus selama 90 menit,” ujar Guardiola.

Menurutnya, masalah terbesar datang dari transisi serangan lawan.

“Kami harus bisa menghentikan transisi dan bola-bola panjang. Namun secara keseluruhan permainan kami sebenarnya sudah bagus.”

Guardiola juga menilai timnya menciptakan banyak peluang meski menghadapi lawan yang sangat defensif.

“Kami menciptakan banyak peluang melawan tim yang sangat bertahan. Mereka juga tim yang bagus dan sangat dinamis.”


Statistik Mengkhawatirkan City

Satu fakta mencolok mulai menghantui Manchester City.

Musim ini mereka sudah kehilangan 13 poin dari posisi unggul.

Statistik bahkan menunjukkan jika pertandingan hanya dihitung sampai babak pertama, City seharusnya unggul 13 poin atas Arsenal.

Baca juga :  Arsenal di Ambang Semifinal Liga Champions, Tapi Ancaman Sporting Belum Usai

Namun kenyataannya justru sebaliknya.

Kini mereka tertinggal tujuh poin dari The Gunners.


Kontroversi Penalti Haaland

Drama lain muncul ketika Erling Haaland terjatuh di kotak penalti setelah kontak dengan kiper Nottingham Forest Matz Sels.

Namun wasit Darren England tidak memberikan penalti. VAR yang dipimpin Tony Harrington juga tidak mengubah keputusan tersebut.

Keputusan itu membuat kapten City Bernardo Silva mempertanyakan konsistensi wasit.

“Kami sudah terbiasa dengan hal seperti ini musim ini. Semua keputusan 50-50 sepertinya selalu melawan kami,” kata Bernardo.

Ia yakin insiden Haaland seharusnya berbuah penalti.

“Bagi saya itu penalti. Apa yang bisa dilakukan Erling? Tapi kami sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.”

Meski demikian, Bernardo menegaskan timnya tetap harus fokus pada performa sendiri.

“Tugas kami adalah bermain lebih baik. Hal-hal seperti ini tidak bisa kami kontrol.”


Guardiola Enggan Menyalahkan Wasit

Berbeda dengan Bernardo Silva, Guardiola memilih tidak memperpanjang polemik soal keputusan wasit.

“Saya sudah berbicara tentang hal itu beberapa minggu lalu,” kata Guardiola singkat.

Menurutnya, City harus memperbaiki performa sendiri.

“Kami harus bermain jauh lebih baik agar keputusan wasit tidak menjadi faktor. Itu tanggung jawab kami.”


Arsenal Diuntungkan

Di saat City kehilangan poin, Arsenal justru meraih kemenangan 1-0 atas Brighton.

Baca juga :  Liga Inggris : West Ham Selamat, Wolves Terdegradasi! Aksi Henderson Bikin Crystal Palace Bertahan

Hasil itu membuat tim asuhan Mikel Arteta semakin nyaman di puncak klasemen.

Mantan kiper timnas Inggris Rob Green menilai Arsenal kini memiliki mental juara.

“Arsenal mungkin tidak selalu bermain bagus, tapi mereka terus menang,” kata Green di BBC Radio 5 Live.

“Manchester City yang justru mulai terpeleset. Arsenal hanya fokus meraih hasil, dan malam ini mereka kembali melakukannya.”


Momentum Gelar Berpindah?

Hasil imbang ini bisa menjadi titik penting dalam perebutan gelar Premier League.

City masih memiliki satu laga tunda melawan Crystal Palace. Namun jika Arsenal terus menang, tekanan akan semakin besar bagi pasukan Guardiola.

Di fase akhir musim seperti ini, satu kesalahan kecil bisa menentukan juara.

Dan kali ini, Manchester City yang lebih dulu berkedip dalam duel menuju mahkota Liga Inggris