DIKSIMERDEKA.COM, TEHERAN-Donald Trump mengumumkan bahwa militer Amerika Serikat telah memulai “major combat operations” atau operasi tempur besar di Iran. Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun Truth Social, dengan tudingan bahwa Teheran berupaya membangun kembali program nuklirnya.

Langkah ini langsung memicu eskalasi serius di kawasan Timur Tengah. Iran pun bersiap membalas, sementara sejumlah kota dilaporkan mengalami ledakan beruntun.

Warga Teheran melaporkan dua gelombang ledakan sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat. Titik serangan terkonsentrasi di kawasan Pasteur—lokasi kantor presiden dan Dewan Keamanan Nasional Iran.

Serangan juga menyasar kantor pemimpin tertinggi Iran serta Majelis Ahli, lembaga yang memilih pemimpin tertinggi negara itu. Target lain termasuk markas besar Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC). Sejumlah korban jiwa dan luka dilaporkan berjatuhan, meski angka pasti belum diumumkan.

Sumber Iran menyebut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tidak berada di Teheran dan kini berada di lokasi aman yang dirahasiakan. Rumor soal upaya pembunuhan terhadap Presiden Masud Pezeshkhian belum terkonfirmasi.

Ledakan tidak hanya terjadi di ibu kota. Kota-kota seperti Qom, Tabriz, Kermanshah, Lorestan, Khorramabad, dan Karaj juga dilaporkan terdampak.


📵 Internet Melambat, Layanan Seluler Diputus

Di tengah situasi genting, warga Iran mengeluhkan koneksi internet melambat drastis. Layanan telepon seluler pun dilaporkan terputus di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat arus informasi dari lapangan semakin sulit diverifikasi.

Sementara itu, antrean panjang terlihat di SPBU Teheran. Banyak warga berupaya meninggalkan ibu kota. Pemerintah Iran juga telah menutup wilayah udaranya serta mengeluarkan panduan keselamatan bagi warga sipil untuk menghindari pemboman.


⚔️ Trump: “Letakkan Senjata atau Hadapi Kematian”

Dalam video terpisah, Trump memperingatkan IRGC agar menyerah.

“Letakkan senjata Anda. Anda akan diperlakukan dengan adil dan mendapat imunitas penuh, atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti.”

Ia menegaskan AS akan menghancurkan industri rudal Iran, melenyapkan armada lautnya, serta memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Retorika keras ini menandakan bahwa operasi militer tidak bersifat terbatas.


🚨 Israel Siaga Penuh, Sekolah Ditutup

Di Yerusalem, otoritas keamanan memerintahkan sekolah dan tempat kerja tutup hingga Senin. Komando Front Dalam Negeri dari Israel Defense Forces (IDF) menyatakan tidak ada kegiatan pendidikan, pertemuan publik, maupun aktivitas kerja kecuali untuk sektor esensial.

Langkah ini menunjukkan kekhawatiran bahwa konflik bisa melebar menjadi perang regional skala penuh.


🔎 Analisis: Awal Perang Terbuka?

Pejabat Iran menyebut serangan ini sebagai awal dari pertukaran militer skala penuh, bukan sekadar tekanan diplomatik. Jika Iran membalas secara langsung atau melalui proxy regionalnya, maka kawasan Timur Tengah berpotensi masuk fase konflik terbuka.

Selain itu, serangan terhadap pusat politik dan militer Iran mengindikasikan target strategis: melemahkan kepemimpinan sekaligus infrastruktur pertahanan.

Kini dunia menanti langkah balasan Teheran. Apakah ini akan menjadi perang terbuka AS–Iran? Ataukah masih ada ruang diplomasi?

Situasi berkembang cepat. Dunia menahan napas.