DIKSIMERDEKA.COM,DHAKA Bangladesh memasuki babak politik baru. Tarique Rahman resmi dilantik sebagai perdana menteri, menandai comeback dramatis Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) sekaligus menutup periode penuh gejolak yang menggulingkan Sheikh Hasina pada 2024.

Pelantikan Rahman mengakhiri 18 bulan pemerintahan caretaker yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus. Bagi BNP, ini adalah kebangkitan setelah dua dekade tersingkir dari kekuasaan. Bagi rakyat, momen ini dianggap titik balik dari represi politik menuju harapan stabilitas dan pemulihan ekonomi.


Harapan Baru di Jalanan

Di luar parlemen, suasana penuh optimisme. Warga berbondong-bondong datang menyaksikan pelantikan.

Kamal Mia, 38 tahun, menyebut hari itu sebagai:“awal yang baru.”

Ia menambahkan:

“Saya tidak bilang semuanya akan berubah semalam. Tapi hari ini terasa berbeda. Sekarang kami ingin mereka bekerja, menurunkan harga, menghentikan korupsi, dan membuat rakyat hidup tanpa rasa takut.” katanya seperti yang dilansir dari The Guardian, Kamis (19/2/2026).


Dinasti Politik Kembali Berkuasa

Rahman, 60 tahun, berasal dari keluarga politik terkemuka. Ibunya adalah mantan PM Khaleda Zia, sementara ayahnya Ziaur Rahman adalah pendiri BNP sekaligus tokoh kunci kemerdekaan Bangladesh 1971 sebelum akhirnyatewas dibunuh saat menjabat presiden pada 1981.

Baca juga :  Pejabat Pentagon Raup Untung Miliaran dari AI Milik Elon Musk, Dugaan Konflik Kepentingan Muncul

Dalam pemilu pekan lalu, BNP menang telak dengan 212 kursi dari 300 kursi parlemen. Koalisi yang melibatkan partai Islamis Jamaat-e-Islami meraih 77 kursi.

Upacara pelantikan digelar di luar gedung parlemen bukan di istana presiden seperti tradisi sebelumnya. Selain Rahman, 25 menteri dan 24 wakil menteri ikut dilantik.


Tantangan Berat di Depan Mata

Rahman mengakui pemerintahannya langsung menghadapi tantangan serius.

Ia menegaskan pemerintahan baru harus memulihkan ekonomi dan memberantas korupsi yang merajalela.

Pemimpin senior BNP Amir Khasru mengatakan:

“Tantangan pertama adalah institusi kita harus mengembalikan sistem ke jalur yang benar.”

Ekonom memprediksi fokus awal pemerintah meliputi:

  • inflasi
  • penciptaan lapangan kerja
  • keamanan hukum
  • reformasi lembaga

Ekonomi Bangladesh yang bergantung ekspor tekstil kini melambat akibat guncangan global, tekanan mata uang, dan krisis domestik.


Ujian Tata Kelola

Analis politik Badiul Alam Majumdar menilai keberhasilan Rahman bergantung pada tata kelola pemerintahan.

Ia memperingatkan bahwa politik patronase dan korupsi telah menjadi:

“tantangan monumental.”


Diplomasi Seimbang: China, Barat, India

Dalam kebijakan luar negeri, Rahman menyebut China sebagai

“mitra pembangunan,”
menandakan Dhaka ingin menjaga hubungan ekonomi erat dengan Beijing sambil tetap memperkuat relasi dengan Barat dan memperbaiki hubungan dengan India.

India mengirim delegasi tingkat tinggi ke pelantikan, dipimpin Ketua DPR Om Birla — sinyal kuat bahwa New Delhi ingin memperbaiki hubungan strategis dengan tetangganya itu. Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, Seema Malhotra, juga hadir.

Baca juga :  Trump Janji Buka File UFO Pentagon, Obama Ikut Diseret

Bangladesh sangat penting bagi India karena berbagi perbatasan sepanjang 4.000 km.


Generasi Z Masuk Parlemen

Pemilu juga melahirkan pemain politik baru. Partai National Citizen yang digerakkan anak muda meraih enam kursi parlemen — tanda generasi Z mulai punya pijakan dalam sistem politik.

Pemilih juga menyetujui reformasi penting:

  • batas maksimal dua periode bagi PM
  • penguatan independensi peradilan

Rakyat Ingin Kedamaian

Di sepanjang jalan menuju parlemen, warga mengibarkan bendera merah-hijau nasional.

Nila Begum, 33 tahun, berkata:“Jujur, saya datang hanya ingin melihat langsung. Kita terlalu lama mendengar berita buruk — hari ini orang ingin merasa punya harapan lagi. Biarkan mereka membawa ketenangan.” katanya kepada The Guardian.

Baca juga :  Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam di Laut Andaman, 250 Orang Hilang

Bayang-bayang Hasina Masih Ada

Gelombang protes mahasiswa yang menggulingkan Sheikh Hasina memaksanya kabur ke India setelah berkuasa lebih dari 15 tahun. Pengadilan Bangladesh menjatuhkan hukuman mati secara in absentia atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait penindasan demonstrasi.

Hasina membantah tuduhan itu dan menyebutnya bermotif politik. Partainya, Awami League, bahkan dilarang ikut pemilu.

Analis Asia Selatan Pearl Pandya menilai partisipasi pemilih 59,44% cukup kuat untuk “menepis klaim bahwa hasil pemilu tidak sah.”

Namun ia mengingatkan, memasukkan kembali Awami League ke sistem politik baru akan menjadi “tugas yang rumit.”


Pelantikan Tarique Rahman bukan sekadar pergantian pemimpin. Ini simbol pergeseran kekuasaan besar di Asia Selatan — dari rezim lama menuju pemerintahan baru yang diuji harapan rakyat.

Makna strategisnya:

  • BNP kembali berkuasa setelah 20 tahun
  • Dinasti politik tetap dominan
  • Reformasi konstitusi mulai dijalankan
  • Generasi muda masuk parlemen


Rahman menang bukan hanya karena suara rakyat, tetapi karena kelelahan publik terhadap rezim lama. Kini ia memegang mandat besar: membuktikan bahwa perubahan bukan sekadar janji kampanye, melainkan arah baru Bangladesh.