DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengusulkan sejumlah program pembangunan infrastruktur strategis kepada Komisi V DPR RI. Infrastruktur strategis tersebut untuk menjawab tantangan dan kebutuhan Bali.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Kamis (12/2/2026).

Adapun Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), membidangi infrastruktur, transportasi, daerah tertinggal, transmigrasi, meteorologi, klimatologi, geofisika, dan pencarian pertolongan (SAR).

Koster mengatakan pembangunan Bali saat ini menghadapi tantangan serius, seperti alih fungsi lahan, persoalan sampah, kerusakan ekosistem lingkungan, keterbatasan air bersih, kemacetan, serta kesenjangan ekonomi wilayah Sarbagita dan luar Sarbagita.

Baca juga :  Setelah 52 Tahun Menunggu Kepastian, Gubernur Koster Tuntaskan Masalah Agraria Kali Unda

Selain itu, kapasitas infrastruktur transportasi publik yang belum memadai serta persoalan sosial juga menjadi tantangan pemerintah daerah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali telah mengusulkan sejumlah program pembangunan infrastruktur strategis.

Infrastruktur itu antara lain pembangunan jalan konektivitas antarkabupaten, underpass, jembatan, sistem penyediaan air baku, pusat olahraga provinsi, serta pengembangan pelabuhan logistik di Celukan Bawang, Padangbai, dan Gunaksa.

Baca juga :  Jawab Tantangan Pariwisata Dunia, Komisi V DPR RI Dorong Bali Diberi Perlakuan Khusus

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan Bali memiliki karakteristik pembangunan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia, sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang khusus dan komprehensif.

“Bali harus dibangun secara khusus, karena pembangunan Bali berbeda. Kita tidak bisa melihat Bali hanya secara kompetitif, tetapi harus secara komprehensif, bagaimana membangun infrastruktur yang selaras dengan budaya,” ujar Lasarus.

Ia juga membandingkan pembangunan kawasan pariwisata di negara lain dan menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.

“Pembangunan di negara lain, seperti Malaysia, sudah lebih maju. Ketika kita membangun Bali secara tidak biasa, justru itulah yang membuat Bali menjadi ikonik. Kalau dibangun secara normal, mungkin Bali tidak akan seikonik sekarang,” tambahnya.

Baca juga :  Koster Dorong Investasi Pariwisata Selaras Pelestarian Alam dan Budaya Bali

Lasarus menegaskan bahwa Bali telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, sehingga negara harus hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Bali.

“Bali sudah menyumbang banyak sekali bagi pusat. Maka Bali harus dibangun secara komprehensif. Negara harus hadir membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pembangunan,” tegasnya.

Editor: Agus Pebriana