DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Pertahanan bukan hanya urusan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista), tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu dengan wartawan di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (13/7).

Penegasan tersebut disampaikan Presiden dengan latar belakang bahwa food estate itu berangkat dari peringatan FAO (Food and Agriculture Organization) bahwa akan ada krisis pangan dunia, sehingga perlu diantisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis.

Baca juga :  Presiden Jokowi Ingin Hakteknas 2021 Jadi Momentum Percepatan Peningkatan Kedaulatan Teknologi

“Ini sudah disampaikan oleh Menhan dengan hitung-hitungan cost-nya berapa, anggaran berapa dalam membangun food estate yang ada di (Kabupaten) Kapuas maupun di (Kabupaten) Pulang Pisau,” jelas Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa tetap akan ada peran dan dukungan dari Menteri Pertanian (Mentan) serta Menteri PUPR juga dalam food estate tersebut.

Baca juga :  Presiden Jokowi Pastikan Distribusi Vaksin COVID-19 Merata di Seluruh Indonesia

Ditegaskan Presiden, untuk urusan pertanian dan pangan yang lain tetap dilakukan oleh Mentan.

Jadi, Presiden menyampaikan bahwa Menhan menjadi leading sector di food estate tersebut. “Karena memang kita ingin membangun cadangan strategis pangan untuk yang diberikan peringatan oleh FAO,” pungkas Presiden.

Baca juga :  Dipimpin Presiden Jokowi, Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Berlangsung Khidmat

Turut mendampingi Presiden dalam agenda tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (*/sin)