DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster berencana segera bertolak ke Jakarta untuk mengawal proses fasilitasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Penambahan Penyertaan Modal ke PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal tersebut dia sampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Bali, usai pengesahan Perda Penambahan Penyertaan Modal BPD Bali, Rabu (21/01/2026).

“Saya tanggal 23 (Januari) akan ke Jakarta, ke Kemendagri. Agar Perda ini bisa segera dibahas. Sehingga awal Februari sudah bisa diberlakukan,” ungkap Gubernur Koster.

Adapun dalam Perda ini, Pemprov Bali akan menyuntikan modal sebesar Rp 445 miliar kepada BPD Bali. Suntikan ini untuk memperkuat struktur permodalan BPD Bali agar mampu naik kelas dari bank daerah kategori 1 ke kategori 2.

Baca juga :  Buka Festival Bahari Jaladhi Vistara, Koster: Laut Jadi Sumber Kesejahteraan

Meski demikian, Gubernur Koster mengatakan saat ini kinerja BPD Bali sangat baik, bahkan masuk 10 Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik di Indonesia.

Prestasi BPD Bali menyamai, Bank BPD Jawa Barat, Bank Jatim, Bank DKI Jawa Tengah, Bank DKI Jakarta, Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bank Sumatera Utara, Bank Sumatera Selatan Babel, Bank Papua, dan Bank Nagari.

Koster mengatakan, dari sisi aset, BPD Bali berada di peringkat ketujuh nasional dengan total aset lebih dari Rp42 triliun. Masih di bawah sejumlah BPD besar seperti Bank BJB (Rp181 triliun), Bank Jatim (Rp107 triliun), Bank Jateng (Rp92 triliun), dan Bank DKI (Rp89 triliun).

Baca juga :  Laporan Polisi Kasus Tanah BPD Bali: Lima Tahun Berlalu, Warga Menunggu

Sementara, dari sisi laba, hingga tutup buku 31 Desember, BPD Bali mencatatkan laba bersih sekitar Rp1,1 triliun. Capaian ini bahkan lebih tinggi dibandingkan Bank BJB yang notabene memiliki aset lebih dari empat kali lipat BPD Bali namun hanya mencatat laba sekitar Rp958 miliar.

Kinerja profitabilitas BPD Bali juga sehat dari rasio Return on Asset (ROA) yang mencapai sekitar 3,9 persen, menjadi yang tertinggi di antara BPD lainnya. Sebagai perbandingan, ROA Bank BJB hanya 0,61 persen, Bank Jatim 1,76 persen, Bank Jateng 1,93 persen, Bank DKI 1,06 persen, dan Bank Kaltimtara 1,08 persen.

Tak hanya itu, rasio Return on Equity (ROE) atau laba terhadap modal BPD Bali juga tercatat sangat tinggi, yakni sekitar 26,46 persen.

Baca juga :  Kumpulkan Kepala OPD, Gubernur Koster Target 2020 Genjot Pelaksanaan Program

Angka ini jauh melampaui Bank BJB yang hanya 6,7 persen, Bank Jatim 12,3 persen, Bank Jateng 14,18 persen, Bank Jateng 6,28 persen, dan Bank Kaltimtara 4,47 persen.

Dari sisi kualitas kredit, BPD Bali menunjukkan performa yang sangat solid dengan rasio Non Performing Loan (NPL) net hanya sekitar 0,02 persen, terendah di antara BPD nasional. Ini mencerminkan kualitas penyaluran kredit yang sangat sehat dan manajemen risiko yang kuat.

Sementara dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BPD Bali tercatat sekitar 60 persen, menjadi yang paling efisien dibandingkan BPD lainnya.

Reporter: Agus Pebriana